logo


2050 Nanti, Penggunaan EBT di Eropa Bakal Capai 100%

Di tahun 2000, penggunaan EBT sebesar 3.000 MW, sedangkan di tahun 2015 mencapai 63.000 MW.

17 Februari 2016 10:25 WIB

Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (Ist)
Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (Ist)

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Peneliti dari Kitami Institute of Technology, Hokkaido, Jepang, Marwan Rosyadi mengungkapkan energi fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam akan habis pada 2050 nanti.

"Berdasarkan Global Wind Energy Council (GWEC), sebuah organisasi statistik turbin-turbin di dunia menjelaskan bahwa pada 2050 mendatang, tren di Eropa nanti akan menggunakan 100 persen sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk pasokan energi listrik," ungkap Marwan baru-baru ini saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), Surabaya.

Menurut Marwan, negara-negara maju akan beralih ke EBT, seperti tenaga uap, air dan angin. "Penggunaan EBT ini semakin meningkat, terlihat ketika pada tahun 2000 hanya mencapai 3.000 Megawatt (MW), sedangkan pada tahun 2015 mencapai 63.000 MW, karena EBT ini sangat murah," ujarnya.


KESDM Layani Perawatan PLTS Secara Berkala

Marwan menjelaskan, penggunaan bahan bakar fosil untuk energi tidak selamanya bisa dilakukan, apalagi bahan bakar fosil merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga persediaannya akan terus menipis.

"Salah satu solusinya, Pemerintah bekerjasama dengan universitas dan perusahaan membangun turbin angin (wind turbine) untuk memenuhi pasokan listrik. Turbin angin merupakan jawaban atas EBT yang saat ini digagas oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo," jelasnya.

Marwan juga menambahkan, turbin dengan radius baling-baling 123 meter akan menghasilkan 5 MW, namun saat ini di Jepang mayoritas masih menggunakan turbin dengan ukuran tinggi 100 meter dan radius baling-baling 80 meter yang akan menghasilkan 2 MW.

"Cara kerjanya, angin akan meniup baling-baling kemudian dihubungkan ke geerbox yang mengelola angin dari kecepatan rendah menjadi tinggi, dan disalurkan ke generator hingga menghasilkan energi listrik," tutup Marwan.

Menteri METI Jepang Undang Jonan Bahas Investasi EBT

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin