logo


Gantikan Rumput, Ada Wafer dan Biskuit Untuk Pakan Ternak

inovasi pakan ini terbuat dari limbah pasar

16 Februari 2016 19:34 WIB

Peternakan kambing. (Ist)
Peternakan kambing. (Ist)

BOGOR, JITUNEWS.COM- Bukan rumput dan dedaunan, kali ini pihak IPB menginovasikan pakan ternak (sapi dan kambing) dalam rupa biskuit dan wafer. Menariknya lagi, inovasi pakan ini berbahan dasar limbah sayuran dari pasar.   

Guru Besar IPB, Prof Yuli Retnani selaku pengembang inovasi ini mengatakan, upaya ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas khususnya di wilayah perkotaan, daerah rawan pakan dan bencana. "Inovasi ini sudah dikembangkan sejak 2009," terang Yuli, dikutip Antara, Selasa (16/2).  

Dengan adanya teknologi pengolahan pakan yang awet, mudah, murah, dan tersedia sepanjang musim ini, Yuli berharap, peternakan di Indonesia dapat tumbuh produktif, tanpa bergantung pada ketersediaan rumput dan hijauan pada musim paceklik, terutama di daerah rawan pakan dan bencana serta daerah perkotaan yang ketersediaan lahan terbatas.


Mahasiswa IPB Ciptakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Petani

Inovasi pakan ini, lanjut Yuli, terdiri atas wafer pakan dan wafer suplemen pakan. Wafer pakan sebagai pengganti hijauan sedangkan wafer suplemen pakan sebagai suplemen dengan tujuan khusus, seperti untuk meningkatkan bobot badan atau untuk menurunkan mortalitas. "Pembuatan wafer limbah sayuran pasar dilakukan dengan memanfaatkan limbah sayuran terbuang," tambahnya.

Dari hasil penelitiannya, pemanfaatan limbah sayuran pasar yang optimal sebagai olahan pakan ternak yakni kulit toge, daun bunga kol, dan daun jagung. "Ketiga jenis limbah sayuran ini pemanfaatannya tidak bersaing dengan jenis limbah sayuran lainnya yang banyak dimanfaatkan untuk keperluan lainnya," tutur Yuli.

Inovasi selanjutnya adalah pakan dalam bentuk biskuit. Inovasi ini juga  merupakan salah satu alternatif penyediaan pakan saat musim kemarau dan paceklik. Pemilihan biskuit, jelas Yuli, karena merupakan produk kering yang mempunyai daya awet yang relatif lama, sehingga dapat disimpan dalam waktu lama dan mudah dibawa dalam perjalanan.

"Biskuit pangan yang dibuat dari bahan serat terutama hijauan sebagai pengganti hijauan segar agar ruminansia dapat memanfaatkan serat ketika jumlah dan kualitas hijauan menurun," jelasnya.

Dikatakan Yuli, biskuit pakan terdiri dari hijauan sebagai sumber serat dan molases sebagai sumber karbohidrat dan perekat. Biskuit hijauan pakan yang telah dikembangkan adalah biskuit pakan limbah tanaman jagung dan biskuit suplemen pakan.

"Harapannya, penerapan inovasi pengolahan produk pakan yang bersih, awet dan tidak mencemari lingkungan dapat dijadikan pakan bersih untuk hewan qurban di daerah perkotaan, sehingga ritual penyediaan hewan kurban yang meningkat setiap tahun tidak mencemari lingkungan perkotaan," tandas Yuli.

 

Inovasi Jitu Flatbread untuk Ibu Hamil Karya Mahasiswa IPB

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro