logo


Melawan LGBT dengan Rehabilitasi

Rehabilitas adalah langkah yang tepat, karena jika dilakukan hal-hal lain, nanti yang seharusnya tidak sakit menjadi sakit

16 Februari 2016 18:32 WIB

Ilustrasi LGBT. (Net)
Ilustrasi LGBT. (Net)

PADANG, JITUNEWS.COM - Kanditat Doktor Antropologi Universitas Indonesia yang juga merupakan Dosen Universitas Andalas Sri Setyawati menyatakan, salah satu solusi untuk memberantas penyakit homo dan lesbian ialah dengan cara melakukan rehabilitas. Hal ini dikatakannya ketika melakukan penelitian kepada salah seorang kelompok Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) di salah satu daerah di Sumatera Barat.

Ia menyebutkan, alasan diusulkan agar dilakukan rehabilitas kepada LGBT, karena dari hasil penelitiannya itu mendapat pengakuan bahwa wanita yang lesbian itu tidak bisa melawan dirinya sendiri, meski ada keinginan untuk tidak melakukan hubungan sesama jenis itu.

"Penelitian ini akan saya presentasekan dalam kanditat Doktor (Dr) Antropologi di UI, dan informasi yang saya peroleh ini benar-benar real dilapangan," tegasnya dalam diskusi LGBT bersama sejumlah organiasai dan pemerintah di Gedung Islamc Centre, Padang, Selasa (16/2).


Menko PMK: Apa yang Ada di FMIPA-UI Sangat Dibutuhkan Pemerintah

Menyikapi kondisi itu, ia mengharapkan agar pemerintah segera mengambil langkah solusi, yakni dengan cara melakukan rehabilitas. Ia melihat jika seseorang memiliki keingin untuk merubah kebiasaaan yang tidak baik, sementara lingkungan masih saja mempengaruhi maka langkah yang tepat ialah rehabilitas.

"Rehabilitas adalah langkah yang tepat, karena jika dilakukan hal-hal lain, nanti yang seharusnya tidak sakit menjadi sakit, hal itu kan melesat dari target," kata Sri

Dosen Unand itu menyampaikan, jika pemerintah menghandalkan cara kekerasan seperti mencari menangkap lalu menghukum sesuai aturan, maka LGBT akan semakin besar bermunculan, karena menyelesaikan secara hukum bukanlah hal yang tepat.

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup 5R

Halaman: 
Penulis : Muhammad Noli Hendra (KR), Vicky Anggriawan