logo


Gapai Target, DKP NTB Andalkan Bibit Rumput Laut Anti Hama dan Penyakit

2018, Pemprov NTB targetkan produksi rumput laut capai 1 juta ton

16 Februari 2016 15:36 WIB

Petani menyiapkan bibit rumput laut untuk ditanam di pantai Jumiang, Jatim. (Foto: beritadaerah.co.id)
Petani menyiapkan bibit rumput laut untuk ditanam di pantai Jumiang, Jatim. (Foto: beritadaerah.co.id)

NTB, JITUNEWS.COM- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Nusa Tenggara Barat (NTB), Aminollah mengatakan, untuk mewujudkan target produksi rumput laut pada tahun 2018 yang mencapai 1 juta ton, pihaknya mendorong para pembudidaya menggunakan bibit unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga volume produksinya lebih bagus. 

“Untuk mendukung tercapainya peningkatan produksi rumput laut secara berkelanjutan, kami juga didukung oleh Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok, yang sudah memiliki laboratorium dan greenhouse bibit rumput laut,” kata Aminollah, dalam keterangan tertulis yang diterima jitunews, Selasa (16/2).

Sebagian besar sentra produksi rumput laut, lanjut Aminollah, masuk dalam 10 kawasan pusat pengembangan budidaya rumput laut yang berada di Desa Pengantap, Gerupuk dan Awang, di Kabupaten Lombok Tengah, dan Desa Serewe-Ekas di Kabupaten Lombok Timur.


Mendag: Tidak Ada Alasan Harga Pangan Naik!

"Selain itu, di Desa Kertasari–Kabupaten Sumbawa Barat, Desa Alas, Labuhan Mapin, Pulau Medang, Moyo Utara, Maronge, Lape, Tarano, Kabupaten Sumbawa, Kwangko dan Warorada di Bima-Dompu," tambah Aminollah

Adapun jenis rumput laut yang dibudidayakan, sambung Aminollah, adalah jenis Eucheuma cottoni dengan sistem longline, Sargassum sp dan jenis Graccilaria sp yang dikembangkan di lahan bekas tambak udang. "Semoga target ini bisa tercapai," tandasnya.

Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Halaman: 
Penulis : Puput Indah Lestari, Christophorus Aji Saputro