logo


Ini Lho Kendala Utama Budidaya Ulat Sutera

Pembudidaya ulat sutera merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah

16 Februari 2016 14:38 WIB

Daun murbei yang menjadi santapan ulat sutera. (Foto: Istimewa)
Daun murbei yang menjadi santapan ulat sutera. (Foto: Istimewa)

CIANJUR, JITUNEWS.COM– Membudidayakan ulat sutera bisa dijadikan alternatif pilihan bagi siapa saja yang ingin mengeruk keuntungan. Pasalnya, produk hasil olahan sutera tergolong kelas premium, dengan nilai jual yang fantastis.  

Bagi Bambang Muhammad Ishak, seorang pembudidaya ulat sutera asal Cianjur-Jawa Barat, mengatakan, meski terdengar istimewa tapi ada kendala besar dalam membudidayakan ulat sutera, terlebih jika lahan terbatas.

Diakui Bambang, keterbatasan lahan untuk menanam pakan ulat sutera merupakan kendala utama baginya. Sehingga, ia harus menyesuaikan waktu panen daun murbei (pakan sutera) dan waktu tebar telur ulat sutera, agar pada saat ulat memasuki instar (ukuran) 5 pakan bisa tercukupi.


Lokasi Ideal untuk Budidaya Ulat Sutera

Menurut Bambang, untuk menambah luas lahan daun murbei dibutuhkan biaya yang tak sedikit karena perlu pupuk organik. ”Ulat itu kan tergolong hama, jadi saya pakai pupuk organik seperti kotoran hewan. Sebab, kalau diberi pupuk kimia, pakan yang dimakan ulat bisa menjadi racun. Ulat pun mati,” jelasnya, kepada jitunews, di Cianjur.

Selain urusan pakan, sambung Bambang, kendala lainnya datang dari sektor pemasaran, yang tidak didampingi oleh pemerintah. Ketiadaaan pendampingan, menurutnya, membawa para pembudidaya ulat sutera ke ambang kebangkrutan. Pembudidaya hanya menjual hasil panennya dalam kondisi mentah, sehingga harga jualnya anjlok. 

”Padahal kalau hasil panen diolah dulu menjadi produk siap konsumsi, bukan tidak mungkin harganya bisa meroket,” Jelas Bambang.

Untuk membangkitkan budidaya ulat sutera di wilayahnya ke depan, Bambang pun berobsesi memperluas kebun murbei, memiliki pabrik olahan produk facial sendiri, dan merambah pasar ekspor. Khusus perluasan daun murbei, terangnya, bersifat urgen dan harus segera dilakukan mengingat ketersediaan daun murbei merupakan kunci utama keberlangsungan budidaya ulat sutera. "Kami akan dahulukan perluasan lahan tanam murbei," tandasnya.

Duh, Pohon Cendana di Indonesia Terancam Punah

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Christophorus Aji Saputro