logo


Dampak Buruk Screen Time Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Jika anak sudah ketergantungan terhadap gawainya bisa berdampak pada perkembangan tubuh dan perilakunya

16 Februari 2016 14:29 WIB

Ilustrasi. (Foto: shutterstock)
Ilustrasi. (Foto: shutterstock)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekarang ini aktifitas yang sering dilakukan oleh semua orang dipastikan tidak bisa dipisahkan oleh gawai. Namun pernahkah terbersit di pikiran Anda agar gawai tetap pada fungsi utamanya sebagai alat bantu dan tidak berbalik menguasai diri?

Seperti diketahui, saat ini generasi usia produktif tidak bisa lepas dari perangkat "pintar"-nya. Mulai dari urusan pekerjaan ataupun sekadar melirik lini masa media sosial. Semua aktifitas tersebut didefinisikan sebagai Screen Time. Ketika hal ini dipraktekkan oleh orang tua, pada akhirnya Anda telah ikut berperan mencetak anak-anak yang asyik bergawai ria.

Banyak penelitian telah memaparkan efek buruk screen time terhadap tumbuh kembang anak. Salah satu hasil penelitian tahun 2011 yang digagas oleh American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa bayi berusia dibawah dua tahun disarankan untuk sama sekali tidak boleh menonton televisi dan anak-anak hanya boleh screen time maksimal dua jam perhari.


Tersesat di Hutan, Jangan Panik, Lakukan Hal ini

"Ada dua faktor penyebab anak-anak ketagihan berlama-lama screen time. Yaitu, orang tua yang tak sadar mengabaikan anaknya akibat sibuk dalam gadget-nya dan orang tua yang kurang memahami bahaya paparan layar elektronik," terang Psikolog Pendidikan dan Anak, Elizabeth Santosa, Selasa (16/2) saat ditemui Jitunews.com di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta.

Menurutnya, dampak negatif jika seorang anak sudah ketergantungan terhadap gawainya bisa berdampak pada perkembangan tubuh dan perilakunya.

"Banyak sekali dampaknya seperti radiasi pada mata, postur tubuh, mal nutrisi atau obesitas karena seharusnya usia 0 hingga 13 tahun seorang anak memerlukan aktifitas fisik. Selain itu untuk interaksi sosialnya juga kurang, tidak fokus dan berkurangnya rasa empati dalam diri," tutupnya.

Mendaki Gunung Saat Musim Hujan Itu Seru, Asal...

Halaman: 
Penulis : Hartati, Agung Rahmadsyah
 
×
×