logo


Banyak Sawah Dibangun Jalan Tol, Produksi Beras Solo Berkurang

Lahan pertanian di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah tahun ini mengalami pengurangan

16 Februari 2016 11:22 WIB

Ilustrasi pembangunan proyek jalan tol. (Ist)
Ilustrasi pembangunan proyek jalan tol. (Ist)

SRAGEN, JITUNEWS.COM - Lahan pertanian di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah tahun ini mengalami pengurangan. Pengurangan ini terjadi karena adanya pembangunan proyek jalan tol Solo Kertosono (Soker) dari Pemerintah Pusat.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Produksi Padi dan Palawija Dinas Pertanian (Dispertan) Sragen, Padiyono TA, 200 hektare lahan pertanian dari jumlah total 3.256 hektare di Sragen terpakai untuk pembangunan proyek jalan tol Soker.

"Sehingga membuat target hasil panen padi tahun ini menurun. Target panen padi diturunkan sebanyak 4.000 ton beras," ungkapnya, Selasa (16/2).


Mantap! Panen Jagung di Gunungkidul Berjalan Sukses

Dia juga mengungkapkan, target hasil pertanian padi tahun 2015 meleset dari yang diharapkan. Target awal sebesar 674.012 ton padi, hanya terpenuhi sebesar 628.000 ton padi. Selain karena kondisi cuaca juga kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang mau bekerja di sawah.

"Tahun 2015 justru banyak petani yang menanam jagung ketimbang padi. Sehingga produksi hasil panen jagung tahun 2015 melebihi target. Dari 117 ribu ton, ternyata menghasilkan 130 ton jagung," bebernya.

Padiyono mengaku tahun ini akan lebih memaksimalkan keberadaan teknologi. Yakni menggunakan alat pertanian, seperti combine harvester untuk memanen padi, memilih benih dan pupuk yang baik. Pihaknya optimitis melalui berbagai pengembangan teknologi dan cara penanaman yang baik akan meningkatkan hasil produksi panen padi.

Salah seorang petani, Suyanto (45) menambahkan, keberadaan mesin pemotong padi sangat dibutuhkan. Sebab jika hanya mengandalkan tenaga manusia atau manual justru tidak maksimal.

"Apalagi kalau ada padi roboh (ambruk) bisa cepat ditangani. Karena kalau ditangani tenaga manusia bisa lama proses memanen padinya," imbuh dia.

Biar Harga Jagung Tetap Stabil, Begini Imbauan Kementan

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan