logo


Lokasi Ideal untuk Budidaya Ulat Sutera

Ada beberapa kelebihan dan kelemahan jika ulat sutera dibudidayakan di dataran rendah maupun tinggi

16 Februari 2016 06:15 WIB

Ulat sutera jenis Bombyx Mori (Ist)
Ulat sutera jenis Bombyx Mori (Ist)

CIANJUR, JITUNEWS.COM– Produk olahan sutera yang selalu terserap pasar, mendorong Bambang Muhammad Ishkak bersama 3 orang temannya, untuk menekuni bisnis ternak ulat sejak 2009 di Cianjur Jawa Barat. Bambang memilih ulat sutera jenis Bombyx Mori untuk dibudidayakan.  

Jenis itu dipilih karena sanggup menghasilkan serat sutera berwarna putih yang bersih. Berbeda dengan ulat sutera Zebra, yang menghasilkan serat sutera berwarna kuning. ”Jenis Bombyx Mori juga merupakan ulat jenis lokal yang sudah bisa beradaptasi dengan iklim tropis Indonesia dan telurnya sudah banyak dijual, sehingga tidak akan kehabisan benih,” kata Bambang kepada jitunews, di Cianjur. 

Menurut Bambang, ketika akan membeli telur ulat untuk dibudidayakan, sebaiknya membeli dari kelompok tani maupun perorangan yang sudah resmi terdaftar di Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat. "Saya biasanya beli telur ulat sutera dari daerah Bili-Bili-Sulawesi dan Pati-Jawa Timur," ungkapnya. 


Cara Membudidayakan Jambu Air (1)

Selain memilih jenis ulat, sambung Bambang, budidaya ulat sutera sangat tergantung pada lokasi kandang dan ketinggian tempat. Lokasi kandang idealnya berada jauh dari keramaian dan berbagai aktivitas manusia. Tujuannya, agar ulat tidak mudah stress.

"Ulat akan mudah stress jika suasana kandang terlalu bising, terpapar asap kendaraan bermotor, rokok dan aroma parfum. Dampaknya ulat bisa mati pada saat ngokon (berkepompong) dan kokon yang dihasilkan bisa tipis," jelas Bambang.

Sementara itu, untuk memilah ulat sutera yang bagus, dapat dilihat dari gerakannya yang aktif, pertumbuhan yang cepat, berwarna putih seperti kapas, dan makannya rakus. Diungkapkan Bambang, ciri ulat seperti itu akan menghasilkan kokon yang bagus. 

"Sebaliknya, kalau gerakannya lambat, nafsu makannya rendah, dan bentuk tubuhnya kecil, itu ciri ulat sakit dan pasti menghasilkan kokon yang jelek. Dalam budidaya ulat sutera tingkat keberhasilan bisa mencapai 70 persen," sambung Bambang. 

Cara Membudidayakan Jambu Air (2)

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Christophorus Aji Saputro