logo


8 Cara Antisipasi Kebakaran Hutan

6 Agustus 2014 14:00 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pembakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau, mendulang kecaman banyak pihak. Tak kecuali Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Dia menyatakan, aksi tersebut dilakukan oleh para pelaku secara masif. "Saya sangat mengecam aksi pembakaran yang terkesan masif ini," kata Menhut kepada wartawan di Rokan Hilir, kemarin.

Para pelaku kejahatan pembakaran hutan, dikatakan Zulkifli, perlu ditindak tegas oleh aparat kepolisian. Sebab, disadari bersama, pembakaran hutan dan lahan membuat seluruh rakyat Indonesia terdampak asap yang dihasilkan. "Jutaan orang terganggu, penerbangan tak bisa akibat ulah para pelaku pembakaran hutan," katanya.

Dampak lainnya adalah timbulnya pelbagai penyakit yang disebabkan polusi asap, seperti sesak napas, bahkan anak-anak tidak bisa sekolah. Selain itu, dampak asap kebakaran membuat sejumlah negara tetangga merasa terganggu. "Negara kita dipermalukan negara lain," katanya.

Selain tindakan tegas untuk para pelaku, kalangan masyarakat perlu mengetahui cara-cara untuk mengantisipasi pembakaran hutan. Sejumlah langkah ini dapat dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran di hutan dan lahan.

Pertama, melakukan penyemprotan air secara langsung, apabila kebakaran hutan bersekala kecil. Kedua, jika api dari kebakaran berskala luas dan besar, seperti terjadi di Riau baru-baru ini, kita dapat melokalisasi api dengan membakar dan mengarahkan api ke pusat pembakaran. Hal ini dapat dilakukan dengan mekalisasi titik api dari area yang menghambat jalannya api, seperti sungai, danau, dan jalan.

Ketiga, melakukan peyemprotan air secara merata dari udara dengan menggunakan helikopter. Langkah ini merupakan bagian dari cara keempat, yakni dengan membuat hujan buatan. Kelima, perlunya membangun menara pemantau yang tinggi, berikut sarana telekomunikasi. Keenam, perlu dilakukan patroli secara berkala, hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran.

Ketujuh, menyediakan sistem transportasi mobil pemadam kebakaran yang siap digunakan. Mobil pemadam mesti dihitung sesuai dengan rasio kebutuhan, yakni luas area hutan dan lahan yang potensial terjadi kebakaran. Kedelapan, melakukan pemotretan citra secara berkala. Upaya ini dapat dilakukan di musim kemarau untuk memantau wilayah hutan, dengan titik api cukup tinggi yang merupakan rawan kebakaran.

Tips Budidaya Tebu Dari Perbanyakan Mata Tunas

Halaman: 
Penulis :