logo


Emas Stabil, Ketegangan Ukraina Mendukung Permintaan

6 Agustus 2014 12:03 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Emas sedikit berubah di bawah level US$ 1,300 per ons pada Rabu (6/8), namun permintaan safe haven kemungkinan bisa mendukung pergerakan ke atas karena meningkatnya aksi militer sepanjang perbatasan Ukraina membuat ekuitas global berada di bawah tekanan.

Emas spot berada di US$ 1,288.44 per ons pada jam 00:24 GMT, berdasarkan data Reuters, setelah ditutup stabil pada Selasa (05/08). Emas berjangka AS naik sekitar US$ 4 menjadi US$ 1,289.50 per ons.

Saham AS dan imbal hasil obligasi jatuh pada Selasa setelah menteri luar negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan Rusia telah mengumpulkan pasukan militer di perbatasan dengan Ukraina sehingga memberikan tekanan kepada negara tetangga atau untuk memasuki wilayah tersebut.

Emas yang sering dianggap sebagai investasi alternatif terhadap aset berisiko seperti saham bisa bergerak naik apabila kejatuhan harga saham jatuh berlanjut.

Ketegangan geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah memegang peran penting atas kenaikan harga emas sebesar 7 persen tahun ini.
Para investor terus mencermati data ekonomi setelah sebuah laporan pada Selasa menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang pabrik AS, naik lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Diantara logam mulia lainnya, perak naik setelah jatuh ke level terendah tujuh mingu di sesi sebelumnya karena bagusnya data AS dan menguatnya Dolar.

Untuk perdagangan hari ini, diperkirakan emas akan bergerak dalam kisaran antara US$ 1,283 sampai US$ 1,294 sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya. Emas berpeluang mencoba level US$ 1,278 atau US$ 1,271, apabila berhasil menembus level US$ 1,283. Sebaliknya, apabila emas berhasil menembus level US$ 1,294, maka target selanjutnya di US$ 1,299 atau US$ 1,305.

 

Harga Jual Emas Antam Alami Kenaikan

Halaman: 
Penulis :