logo


Ini Jumlah Potensi EBT yang Dimiliki Indonesia

Potensi EBT tersebut berasal dari dalam tanah, di atas tanah, laut, udara bahkan dari matahari.

15 Februari 2016 10:18 WIB

Ilustrasi. (Foto: Ist)
Ilustrasi. (Foto: Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) Indonesia mencapai 810.000 Megawatt (MW), baik yang ada di dalam bumi, di atas tanah, di laut, udara bahkan hingga energi matahari yang ada di langit.

Untuk yang ada di dalam bumi, Indonesia memiliki potensi energi panas bumi sebesar 29.000 MW. Dari total potensi itu, kapasitas terpasang listrik dari panas bumi baru 1.440 MW atau 5% saja.

Sedangkan yang di atas tanah, Indonesia punya harta karun bioenergi sebesar 34.000 MW. Pemanfaatannya sejauh ini baru 1.740 MW atau 5,1%. Di perairan darat seperti sungai besar, sungai kecil, air terjun ada potensi energi hydro (air) sebesar 19.000 MW, dan sejauh ini baru dimanfaatkan sebesar 5.250 MW.


Lantik Pimpinan Tinggi Pratama, Menteri ESDM Minta Inovasi EBT Ditingkatkan

Kemudian energi yang ada di laut, Indonesia memiliki potensi energi hingga 61.000 MW. Sejauh ini, baru dimanfaatkan sebesar 0,28 MW atau 0,0005%. Di udara, ada potensi energi angin yang mencapai 107.000 MW. Saat ini Indonesia baru membuat Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 3,61 MW alias cuma 0,0034% dari total potensi energi angin tersebut.

Lalu dari sinar matahari yang ada sepanjang tahun karena Indonesia tak mengalami musim dingin, ada harta karun sebesar 560.000 MWp. Sejauh ini kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia baru 70 MWp.

Bila dihitung secara total dari keseluruhan energi yang ada di Indonesia tersebut, penggunaan EBT di Indonesia baru sebesar 8.780 MW atau 1,1% dari total potensi sebesar 810.000 MW. Bisa dibilang, pemanfaatan EBT belum optimal.

Sementara cadangan energi fosil Indonesia semakin menipis. Cadangan terbukti minyak bumi hanya 3,6 miliar barel, bakal habis dalam 13 tahun lagi dengan asumsi produksi 288 juta barel per tahun. Cadangan terbukti gas bumi saat ini 100,3 TSCF, hanya akan bertahan sampai kurang lebih 34 tahun lagi dengan asumsi produksi 2,97 TSCF per tahun. 

Karena itu, harta karun EBT Indonesia harus segera dioptimalkan untuk menggantikan energi fosil. Bila terus bergantung pada energi fosil, Indonesia akan mengalami krisis energi dalam waktu 2-3 dekade mendatang.

Dekatkan Akses Energi ke Masyarakat Pedesaan, Pertamina Resmikan Pertashop Sirnajaya

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin