logo


Hadiri Panen Raya, Bukan Berarti Produksi Beras Surplus

Data hasil pangan di dalam negeri masih belum jelas keakuratannya

12 Februari 2016 13:27 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: jitunews/Siprianus)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: jitunews/Siprianus)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kesimpangsiuran data produksi di sektor pangan masih menjadi tanda-tanya bagi banyak pihak. Sebab, keberadaan data yang tidak pasti akan sangat berpengaruh pada kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Bahkan, anggota Komisi IV DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fanny Safriansyah, menegaskan, kesimpangsiuran data ini membuat arah sektor pangan menjadi samar-samar. 

"Kita tidak tahu mau dibawa kemana sektor pangan ini, kalau data saja sudah nggak jelas mana yang benar," kata Fanny, saat ditemui jitunews, Jumat (12/2), di bilangan senayan, Jakarta.

Kemudia, terkait dengan adanya panen raya yang sering diikuti oleh Menteri Pertanian (Mentan), Fanny mengkritisi bahwa langkah tersebut bukanlah menjadi bukti bahwa sektor pangan Indoneia aman, atau produksi padi surplus. "Kan harus bisa dibuktikan di lapangan dan pasar, serta didukung dengan adanya data yang akurat," tuturnya.


Kagumi Terobosan Jokowi, Bamsoet: Negara Penuhi Hak Pangan Warganya

Meski begitu, menurut Fanny, upaya Mentan menjaga tingkat produksi khususnya beras di tanah air sudah cukup baik, tetapi perlu ada kesadaran bahwa upaya peningkatan produksi ini bukan instan dilakukan.

"Semuanya ada dalam proses, mungkin upaya peningkatannya sekarang, baru akan dirasakan benar manfaatnya tahun depan atau tahun depannya lagi. Mustahil kalau langkah peningkatan produksi baru dimulai sekarang langsung hasilnya maksimal dan menjadi surplus, sementara sebelumnya kita sering melakukan impor beras," jelas Fanny.

Fanny pun mengingatkan, jika tidak didukung dengan data produksi yang akurat, upaya peningkatan produksi yang dilakukan Kementerian Pertanian tidak akan berjalan maksimal. "Kalau acuan awalnya dengan data yang tidak jelas akan kenyataan. Data tinggi sementara realisasi lapangan rendah, nanti yang  terjadi kalau tidak mencapai target akan ada aksi saling lempar tanggung jawab dan saling menyalahkan, Kementan, kemendag, dan Bulog," pungkasnya.

DPR Puas dengan Kemajuan Pembangunan Perikanan Budidaya

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro