logo


Pertamina Giat Kembangkan Energi Geothermal

Hari ini sejumlah perjanjian jual beli uap dan listrik diteken, di Bali

11 Februari 2016 16:51 WIB

Ilustrasi. (Foto: Ist)
Ilustrasi. (Foto: Ist)

BALI, JITUNEWS.COM - PT Pertamina Geothermal Energy/PGE (Persero) Tbk  meneken sejumlah kontrak baru dan amandemen (perubahan) Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) panas bumi (geothermal) dengan PT Indonesia Power dan PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) Tbk.

Dengan telah ditandatanganinya PJBU dan PJBL tersebut, Direktur Utama PGE Irfan Zainudin mengaku, optimis bahwa pemanfaatan energi geothermal di Indonesia akan semakin bergairah dan berkembang dengan pesat.

“PGE berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah dalam mengembankan energi bersih yang ramah lingkungan sehingga bisa membantu mengurangi emisi carbon secara berkesinambungan”, ungkap Irfan kepada media melalui siaran persnya, Bali, Kamis (11/2).


Wapres JK: Energi Bersih Lebih Mahal

Untuk itu, Irfan mengatakan, PGE mencanangkan target installed capacity (instalasi terpasang) di atas 1.000 MW di tahun 2021 mendatang, dan pada tahun 2030 diharapkan mencapai 2.700 MW.

Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam berharap, Pertamina akan ikut terlibat aktif dalam mengembangkan kapabilitas nasional di bidang geothermal, baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun penguasaan teknologi.

“Dengan memiliki potensi sumber daya geothermal terbesar di dunia, sudah selayaknya Indonesia bisa menguasainya dan mengembangkan sendiri teknologi pemanfaatan geothermal”, harap Syamsu Alam.

Syamsu juga menambahkan, Pertamina akan mendukung setiap upaya dari seluruh komponen bangsa ini untuk mewujudkan hal tersebut.

Turut menyaksikan penandatangan tersebut adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Tahun 2019, Indonesia Akan Defisit Gas Alam

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin