logo


Menteri ESDM: Kebijakan Energi Sekarang Berisiko

Hal itu dikarenakan ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil

11 Februari 2016 15:57 WIB

 Menteri Enegeri dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said dalam acara Bali Clean Energy Forum (BCEF) di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (11/2). (Foto: jitunews)
Menteri Enegeri dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said dalam acara Bali Clean Energy Forum (BCEF) di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (11/2). (Foto: jitunews)

BALI, JITUNEWS.COM - Menteri Enegeri dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, Indonesia harus membangun energi bersih dan energi terbarukan yang bisa diandalkan secara terus menerus.

“Energi terbarukan ini sebagai ganti ketergantungan kita kepada fosil. Kebijakan energi saat ini berisiko ke depan, karena ketergantungan fosil,” ungkap Sudirman dalam acara Bali Clean Energy Forum (BCEF) di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (11/2).

Dia menjelaskan, dunia membutuhkan keseimbangan dari pasokan energi yang baru. “Pada kenyataannya bahwa saat ini dunia mengalami keterbatasan energi fosil. Selain itu juga yang hari ini diperburuk dengan situasi yang harganya sangat rendah,” papar Sudirman.


Tahun 2019, Indonesia Akan Defisit Gas Alam

Di sisi lain, Sudirman menegaskan, saat ini juga dunia sedang didorong untuk menyediakan energi bersih. Oleh karena itu, energi terbarukan merupakan energi yang harus berkelanjutan bagi semuanya.

“Indonesia sedang mengalami masalah dengan energi, pilihan kita adalah transformasi dengan pengembangan energi,” tegasnya.

Dengan adanya BCEF tersebut, Sudirman menambahkan, bisa dijadikan sebagai sarana untuk bertukar pikiran, bertukar pandangan, dan mebuat rencana soal energi ke depannya.

"Harapan kami dalam acara ini kita bisa bertukar pikiran, dan membuat rencana ke depan," tutupnya.

Buntut Pengangkatan Jonan-Arcandra, Mulai dari 'Jembatan' ke ESDM hingga Jadi 'Boneka'

Halaman: 
Penulis : Puji Sukiswanti, Deni Muhtarudin