logo


Tahun 2019, Indonesia Akan Defisit Gas Alam

Kebutuhan gas Indonesia dalam lima tahun ke depan diperkirakan mencapai 8,679 MMSCFD

11 Februari 2016 14:17 WIB

 Direktur Eksekutif Indonesia Maritime and Energy Society (IMES), Adhi Prastowo. (Foto: jitunews)
Direktur Eksekutif Indonesia Maritime and Energy Society (IMES), Adhi Prastowo. (Foto: jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Direktur Eksekutif Indonesia Maritime and Energy Society (IMES), Adhi Prastowo mengungkapkan, Indonesia akan mengalami krisis energi gas di tahun 2019 mendatang.

“Indonesia diprediksi mengalami defisit gas alam mulai tahun 2019,” ungkap Adhi kepada wartawan saat ditemui di daerah Kuningan, Jakarta, Kamis (11/2).

Adhi mengatakan, jika dilihat dari neraca gas terakhir yang dikeluarkan oleh kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kebutuhan gas di Indonesia dalam lima tahun ke depan diperkirakan mencapai 8,679 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau setara dengan 1,2 kali kebutuhan saat ini.


HoA Transisi WK Rokan Diteken, Menteri ESDM: Milestone Jaga Produksi Migas Jangka Panjang

“Cadangan gas yang dimiliki Indonesia sebesar 149.30 TSCF (Trillions of Standard Cubic Feet) gas, dengan 100,26 TSCF cadangan terbukti dan 49,04 TSCF cadangan potensial,” tuturnya.

Namun, menurut Adhi, tidak semua cadangan terbukti tersebut siap on stream pada tahun 2019, karena masih dalam tahap pengembangan. Selain itu, potensi gas alam non-konvensional seperti Coal Bed Mehane (CBM) sebesar 453.30 TCF dan Shale Gas sebesar 574 TCF masih dalam proses eksplorasi, sehingga belum bisa diharapkan menutup ancaman kekurangan gas dalam beberapa tahun ke depan.

“Ditambah produksi sumur–umur lama akan menurun secara alami, dan pasokan gas dari blok Masela yang on stream pada 2024 bisa dipastikan tak akan mampu meng-cover celah defisit akibat pertumbuhan kebutuhan dan menurunnya produksi gas,” tutup Adhi.

Pertashop Hadir, Warga Desa Jatitujuh Nikmati BBM Berkualitas Setara Harga SPBU

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin