logo


Wapres JK: Energi Bersih Lebih Mahal

Perlu teknologi yang tepat untuk mengembangkan eenergi bersih.

11 Februari 2016 15:45 WIB

Ilustrasi. (Foto: Ist)
Ilustrasi. (Foto: Ist)

BALI, JITUNEWS.COM - Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Jusuf Kalla (JK) menegaskana bahwa energi bersih lebih mahal ketimbang energi lain, sehingga menuntut teknologi yang tepat. Hal ini disampaikan Jusuf Kalla ketika membuka acara Forum Energi Bersih Bali (Bali Clean Energy Forum/BCEF) di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (11/2/16).

Menurutnya, apabila dulu di kota-kota besar itu memiliki banyak cerobong asap dianggap biasa saja, namun sekarang hal itu bisa dikatakan sebagai tindakan kriminal. “Kita menyadari sudah berpuluh tahun kita membicarakan energi. Di Indonesia dulu hanya memakai gas kemudian ada pembangkit listrik yang diawali dengan diesel, kemudian berkembang lalu ada geothermal (panas bumi),” ungkap JK dalam sambutannya.

Menurut JK, mengolah energi baru dan terbarukan (EBT) tidak seperti yang dibayangkan. Pasalnya selama ini, sektor energi juga menyangkut tentang efesiensi atau faktor ekonomi dan kegunaannya.


Lantik Pimpinan Tinggi Pratama, Menteri ESDM Minta Inovasi EBT Ditingkatkan

Forum Energi Bersih Bali dihadiri 1.000 peserta dari 40 negara, termasuk para menteri. Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)¸Sudirman Said dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika pun turut hadir dalam acara tersebut.

24 Pembangkit EBT Beroperasi di Semester I 2020, Kementerian ESDM: Kapasitasnya 345,08 MW

Halaman: 
Penulis : Puji Sukiswanti, Deni Muhtarudin