logo


Jaga Harga Bawang, Asosiasi Gandeng Pemda

Bawang merah salah satu komoditas pangan penyumbang inflasi

9 Februari 2016 21:57 WIB

Ilustrasi bawang merah. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi bawang merah. (Foto: Istimewa)

SOLO, JITUNEWS.COM- Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) bakal menggandeng pemerintah daerah (Pemda) dalam rangka menstabilkan harga bawang merah. Pasalnya, tidak semua daerah di Indonesia menanam bawang merah. 

Menurut Ketua ABMI, Juwari, pemda yang telah diajak bekerjasama diharapkan bisa menunjuk daerahnya yang bisa ditanami bawang merah. Terutama saat bukan musim tanam. Karena dengan program tersebut pasokan dan harga bawang merah di pasaran akan bisa terus stabil.

"Di Jawa Tengah yang sudah berjalan saat ini ada di Kabupaten Kendal dan Demak. Kedua kabupaten ini dipastikan April nanti sudah panen bawang merah," ungkap Juwari, Selasa (9/2), di Solo, Jawa Tengah.


Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Selama ini, kata Juwari, produksi bawang merah ditentukan oleh musim. Umumnya petani tidak mau menanam saat musim penghujan karena bawang tidak tahan air.‬ Jika sudah begitu, alhasil pasokan bawang merah menjadi berkurang. "Kalau ada daerah yang bisa ditanami saat bukan musim tanam, maka kebutuhan bawang merah bisa terus terjaga," terangnya.

Juwari menjelaskan, bawang merah menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi. Fluktuasi harga bawang merah menjadi penyebab komoditas ini menyumbang inflasi. "Jika pasokan menurun yang terjadi justru akan banyak beredar bawang merah impor ilegal. Kalau dibiarkan maka petani kita sendiri akan akan merasa dirugikan," tutupnya.

Terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto, mengungkapkan bahwa bawang merah menjadi penyumbang utama inflasi. Selain itu, ada juga beras dan bawang putih. Sehingga, untuk menjaga stabilitas bawang merah, pihaknya meminta kepada klaster bawang merah di Cepogo Boyolali untuk mengoptimalkan proses tanam bawang merah.

 

Mendekati Hari-H Lebaran, Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Daging

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro