logo


Bangun Kilang Baru, Pemerintah Butuh 27 Miliar Dolar AS

Pembangunan kilang ini dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan BBM yang pada 2025

9 Februari 2016 16:04 WIB

Ilustrasi kilang minyak. (Foto: Ist)
Ilustrasi kilang minyak. (Foto: Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, dan Kawasan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erwin Hidayat mengatakan, untuk membangun dua proyek kilang nasional di Bontang, Kalimantan Timur, dan di Tuban, Jawa Timur, membutuhkan nilai investasi yang tak kecil, setidaknya kedua proyek di bidang energi ini membutuhkan dana sekitar 27 miliar dolar AS.

"Untuk dua kilang baru cukup besar, Bontang butuh 14 miliar dolar AS dan Tuban 13 miliar dolar AS," ungkap Erwin usai rapat pembangunan kilang di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (09/02). 

Baca juga: Setelah 21 Tahun, Pemerintah Akhirnya Bangun Kilang Minyak Baru

Seperti diketahui, pembangunan kilang ini sangat dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) yang pada 2025 akan mencapai 2,6 juta barel per hari (BPH). Sedangkan, kapasitas kilang nasional saat ini masih 880 ribu barel per hari sehingga untuk menutupi kesenjangan tersebut, pemerintah masih harus mengimpor minyak.

"Kalau enggak ada pembangunan kilang ini, sudah hampir dipastikan Indonesia akan jadi the largest importir BBM," tegasnya. 

Dua proyek ini (Bontang dan Tuban) sama-sama menjadikan PT Pertamina (Persero) sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK) namun dengan skema kerja sama yang berbeda.

Baca juga: Pertamina Pimpin Proyek Pembangunan Kilang Bontang

Sementara itu, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjelaskan, untuk kilang di Bontang, Pertamina akan mencari mitra kerjasama baik yang berasal dari badan usaha lainnya maupun swasta, dengan dibantu Kementerian Keuangan melalui penunjukkan konsultan internasional sebagai pendamping PJPK.

"Peminat kilang tuban sudah mengerucut jadi lima pihak yang akan segera akan diputuskan Pemerintah. Jadi dua ini paralel, dan dengan itu, eksekusi satu per satu, soal kilang ini dijalankan," pungkas Sudirman.

Soal Alih Kelola ke Pertamina, Masalah Blok Rokan Harus Dituntaskan

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya