logo


Bukan Gagal Panen, Ini Pemicu Turunnya Produktivitas Padi di Bali

Kabupaten Tabanan dikenal sebagai lumbung padi di Bali

9 Februari 2016 14:51 WIB

Ilustrasi petani. (Foto: Dok. beritadaerah.co.id)
Ilustrasi petani. (Foto: Dok. beritadaerah.co.id)

DENPASAR, JITUNEWS.COM- Musim kemarau telah berlalu, kini jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali bersiap menyambut musim tanam padi, guna menutupi turunnya produksi padi di tahun sebelumnya (2015). Adapun upaya yang bakal dilakukan, terang Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, IB Wisnuardhana, meliputi peningkatan intensitas penanaman (IP) hingga pengadaan benih.   

Namun sayangnya, upaya tersebut terhadang berbagai kendala, sisa permasalahan di tahun 2015. Salah satunya adalah target luas tanam padi yang belum mencapai target. "Pada Oktober 2015 hingga Januari 2016, petani melakukan tunda tanam. Jadi, menurunnya produktivitas padi tak hanya semata-mata disebabkan oleh gagal panen saja," jelas Wisnuardhana, Selasa (9/2), di Denpasar, Bali. 

Dikatakan Wisnuardhana, berdasarkan hasil evaluasi, tunda tanam nyaris terjadi di seluruh kabupaten/kota di Bali. Dari target lahan tanam padi dengan luas 48.916 hektare, ada lahan seluas 13.784 hektare yang tidak ditanami padi oleh petani lantaran tunda tanam. "Target luas lahan tanam padi dari Oktober 2015-Januari 2016 belum tercapai, hanya tercapai 71,8 persen saja," tambahnya. 


Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Sambung Wisnuardhana, tunda tanam itu terjadi karena pada Oktober 2015 hujan tidak kunjung turun. Tunda tanam terluas terjadi di Kabupaten Tabanan. Padahal, target luas tanam padi di Tabanan (dikenal sebagai lumbung padi Bali) mencapai 10.253 hektare. 

"Dari target lahan tanam seluas 10.253 hektare di Tabanan, realisasi untuk Januari 2016 hanya mencapai 5.985 hektare saja. Sisanya seluas 4.268 hektare memilih untuk melakukan tunda tanam," jelas Wisnuardhana. 

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Jembrana. Luas tanam padi ditargetkan mencapai 6.490 hektare, tetapi yang tercapai hanya 2.394 hektare, dan sisanya seluas 4.096 hektare, memilih tunda tanam. 

“Setelah kami melakukan evaluasi, ketika kekeringan terjadi tenyata petani bukan gagal panen. Namun petani melakukan tunda tanam. Tunda tanam ini terjadi hampir di seluruh Bali,” pungkas Wisnuardhana. 

 

Mendekati Hari-H Lebaran, Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Daging

Halaman: 
Penulis : Puji Sukiswanti, Christophorus Aji Saputro