logo


Diterjang Banjir, 3 Ribu Ton Padi Gagal Panen

500 haktare sawah yang dilanda banjir itu berada di tiga kecamatan, yakni Sangir, Sungai Pagu, dan Pauh Duo

9 Februari 2016 13:44 WIB

Ilustrasi sawah yang dilanda banjir. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi sawah yang dilanda banjir. (Foto: Istimewa)

PADANG, JITUNEWS.COM- Banjir yang melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) sejak kemarin, Senin (8/2), membuat 3.000 ton padi gagal dipanen. Menurut Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Solok Selatan, Del Irwan, memamparkan, dari pendataan yang telah dilakukan pasca bencana bajjir itu, setidaknya ada sekitar 500 hektare lahan sawah yang rusak. 

"Dari 500 haktare sawah itu, jika dikalkulasikan, dari satu hektare sawah mampu menghasilkan 6 ton. Maka ada 3.000 ton padi yang gagal panen akibat banjir itu," tegas Irwan, Selasa (9/2).

Diungkapkan Irwan, 500 haktare sawah yang dilanda banjir itu berada di tiga kecamatan, yakni Sangir, Sungai Pagu, dan Pauh Duo. Dan dari ketiga wilayah itu, Sungai Pagu merupakan wilayah terparah yang terdampak genangan banjir.


Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

Sementara itu, menyikapi bencana yang melanda 10 kabupaten/kota di Sumbar yang termasuk juga Solok Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Ali Asmar, mengatakan, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan sejumlah SKPD terkait, untuk membahas tindaklanjut dari dampak bencana banjir.

"Saat ini, dari provinsi telah melayangkan surat kepada bupati/walikota agar segera mendata kondisi pasca bencana banjir dan longsor yang terjadi. Saat ini pun saya belum bisa menyampaikan berapa besar kerugian akibat bencana ini," tandas Ali.

Kementan Dorong Papua Barat Berdaulat Pangan

Halaman: 
Penulis : Muhammad Noli Hendra (KR), Christophorus Aji Saputro