logo


Euro Melemah Karena Poundsterling Melambung Tinggi

Euro Melemah Karena Poundsterling Melambung Tinggi

17 Juli 2014 09:52 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Euro berkubang di posisi terendah lima bulan terhadap yen pada Kamis dan diperdagangkan dekat level terendah dua tahun terhadap poundsterling, setelah melemah secara global semalam dalam pergerakan yang akan memberikan kenyamanan kepada Bank Sentral Eropa.

Para trader mengatakan bagusnya data Inggris baru-baru ini telah mendorong investor untuk beralih ke poundsterling dari euro yang pada gilirannya menekan mata uang euro secara global dan memperpanjang kejatuhan mata uang tunggal Eropa untuk hari kedua pada Rabu.

Euro berada di 137,50 yen, setelah menyentuh level terendah lima bulan di 137,45. Terhadap poundsterling, euro jatuh serendahnya di 78,88 pence, level harga yang tidak terlihat sejak September 2012. Mata uang Euro jatuh ke level terendah satu bulan terhadap dolar di $ 1,3520.

 Para investor menyambut hangat poundsterling minggu ini setelah lonjakan inflasi di Inggris meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga akhir tahun ini. Namun data pada Rabu tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa tekanan upah mendukung pandangan tersebut.

Namun, kondisi kebijakan moneter di Inggris bertolak belakang dengan zona euro, di mana Bank Sentral Eropa berisiko untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut.

Melemahnya euro membantu mengangkat indeks dolar ke level tertinggi satu bulan di 80,577. Greenback diperdagangkan stabil terhadap yen di 101,65, setelah gagal menembus level $ 101,80.

Mata uang yang juga menunjukkan sedikit ketahanan adalah dolar Australia yang naik kembali ke level $ 0,9365 dari level terendah dua minggu di $ 0,9329 berkat meningkatnya minat risiko di Eropa dan AS.

Untuk perdagangan hari ini, kelihatannya konsentrasi pasar akan tertuju pada data indeks harga konsumen zona euro untuk mendapatkan petunjuk mengenai kebijakan moneter ECB selanjutnya. Data yang juga akan dicermati pelaku pasar adalah data building permits, unemployment claims dan Philly Fed manufacturing index dari AS.

*) Tonny Soe, praktisi pasar uang global

Emas Siap Bukukan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak September

Halaman: 
Penulis :