logo


Kemenaker: Sering Demo Karena Komunikasi Kurang Maksimal

Untuk itu, para pelaku industri dan para buruh diimbau membangun hubungan kerja yang baik dan komunikasi yang harmonis.

7 Februari 2016 10:25 WIB

Demo buruh meminta upahnya dinaikkan oleh Pemerintah (ISTIMEWA)
Demo buruh meminta upahnya dinaikkan oleh Pemerintah (ISTIMEWA)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industri (P3HI) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Sahat Sinurat mengatakan, biasanya para buruh yang melakukan aksi demo dan mogok karena merasa hak-haknya tidak terpenuhi. Padahal, hal tersebut bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik.

"Mogok karena komunikasi kurang maksimal, ini kita sepakati. Mogok dan demo ini kan karena ada hak-hak pekerja yang tidak terpenuhi, kemudian ditambah lagi komunikasinya tidak ada‎," ujar Sahat kepada media baru-baru ini di Jakarta.

Pihaknya pun menilai, hal-hal yang sering terjadi antara pelaku industri dan buruhnya merupakan cerminan buruk hubungan antar kedua belah pihak.


Hadiri Peresmian IKP, Menhan Berikan Ceramah Bertema Perdamaian

Sahat mengimbau, agar para pelaku industri membangun hubungan yang baik dengan melakukan dialog komunikasi secara rutin bersama para buruh. Hal tersebut guna mencari jalan tengah terkait tuntutan hak dan kewajiban dari kedua belah pihak.

"Ini sekarang kan antara perusahaan dan pekerja kurang dialog, kurang kepercayaan, kurang kejujuran selain industrinya, peran pekerja juga sangat penting dalam dorong pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan industri kita,"‎ tutupnya.

Dilanda Gempa, KDEI di Taiwan Buka Nomor Hotline

Halaman: 
Penulis : Rachmad Faisal Harahap, Deni Muhtarudin