logo


Ini 5 Drama Romantis Mandarin Terbaik yang Mengharukan

Film mandari tak melulu soal orang berkelahi atau mengadu kungfu, tapi ada juga yang romantis loh!

6 Februari 2016 13:30 WIB

Fly Me To Polaris (ISTIMEWA)
Fly Me To Polaris (ISTIMEWA)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Siapa bilang film Mandarin berisi orang berkelahi melulu dan saling unjuk kebolehan kungfu? Ya, film Mandarin memang identik dengan film kungfu. Tapi, para sineas perfilman sana tak hanya jago bikin film seperti itu. Mereka juga bikin film berbagai genre. Termasuk drama romantis.

Di bawah ini adalah 5 film drama romantis Mandarin terbaik seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Fly Me To Polaris (1999)


5 Restoran Chinese Food Terbaik di Jakarta

Ini salah satu film paling romantis yang pernah dibuat sineas Hong Kong. Kisahnya tentang Onion (Richie Ren) yang buta dan bisu sejak kecil. Ia jatuh cinta pada suster Autumn (Cecilia Cheung), tapi tak bisa mengungkapkan perasaannya. Onion mengajak kencan Autumn dan dijawab iya. Onion yang kegirangan kelewat gembira, hingga ia tertabrak mobil dan mati tanpa sempat mengungkapkan rasa cintanya.

Namun, Onion tak langsung ke surga. Ia diizinkan menyelesaikan dulu urusannya di dunia. Ia diberi waktu selama 5 hari. Memang, ia bisa melihat dan bicara kini. Tapi Autumn tak mengenalnya. Onion kembali jadi orang lain.

Sementara itu, Autumn yang sedih ditinggal Onion menyadari kalau ia betulan cinta padanya. Waktu lima hari amat pendek, Onion harus mengutarakan perasaannya tanpa melanggar aturan (sebetulnya ia tak diperbolehkan bilang siapa dirinya) sebelum akhirnya terbang kembali ke Polaris. Autumn tak mengira Onion datang lagi ke dunia. Ketika ia sadar waktu yang tersisa tinggal hitungan menit.

2. In the Mood for Love (2000)

Sekarang orang lebih kenal judulnya ketimbang filmnya. Frasa "In The Mood For Love" kerap dipakai untuk menyatakan suasana hati yang tengah di mabuk cinta. Padahal filmnya justru punya nuansa cinta yang sendu, bukan orang yang sedang di mabuk cinta berbunga-bunga. Sutradara Wong Kar Wai (Chungking Express) menyuguhkan kehidupan Hong Kong awal 1960-an.

Dikisahkan Chow Mo-Wan (Tony Leung), seorang redaktur surat kabar pindah ke sebuah apartemen bersama istrinya. Hampir bersamaan, seorang wanita muda jelita Su Lizhen (Maggie Cheung) juga pindah ke apartemen yang sama. Su pindah bersama suaminya. Belakangan, Chow dan Su mengetahui pasangan masing-masing terlibat perselingkuhan. Merasa senasib, kemudian juga timbul perasaan di antara mereka.

Inilah 10 Film Kungfu Terbaik

Halaman: 
Penulis : Puput Indah Lestari, Deni Muhtarudin