logo


32 Pertanyaan Menghadang Setya Novanto di Kejagung

Pertanyaan-pertanyaan itu terkait dengan skandal 'Papa Minta Saham'

4 Februari 2016 16:15 WIB

Mantan Ketua DPR Setya Novanto.(dok.nttone)
Mantan Ketua DPR Setya Novanto.(dok.nttone)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah menegaskan bahwa tim penyelidik telah menyiapkan setidaknya 36 pertanyaan saat memeriksa keterangan saksi mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus dugaan pemufakatan jahat terkait lobi perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (04/02). 

"Kami persiapkan 36 pertanyaan tapi pasti bisa berkembang, tergantung hasil jawaban-jawaban dari Pak Novanto," ungkap Arminsyah.

Pertanyaan sebanyak itu, tambah Arminsyah, terkait dengan jabatan Setya Novanto sewaktu menjabat Ketua DPR, pertemuannya dengan mantan petinggi Freeport Indonesia Maroef Sjamssoedin, dan isi rekaman yang diduga mencatut nama presiden untuk meminta saham.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus yang dikenal sebagai skandal "Papa Minta Saham" ini bermula dari laporan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada Senin (16/11).

Dalam laporan tersebut, Sudirman Said mengetahui jika Setya Novanto mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat bertemu dengan mantan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin bersama pengusaha Muhammad Riza Chalid dari sebuah rekaman pembicaraan.


Hari Ini Sidang Kasus e-KTP Hadirkan 8 Saksi

Dalam pertemuan tersebut, terindikasi politisi Partai Golkar itu mencatut nama presiden guna meminta sejumlah saham PLTA Urumka, Papua yang tengah dibangun PT FI dan berjanji memuluskan negosiasi perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. 

 

Rumah Faye, 'Senjata' untuk Perang Melawan Perdagangan Anak

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya