logo


Tepis Anggapan Miring, Kementan: Sektor Pangan Siap Hadapi MEA

Pemerintah dinilai belum bisa berbuat apa-apa untuk membekali petani

4 Februari 2016 10:37 WIB

Petani menggiling padi saat panen di area persawahan. (Foto: Dok. beritadaerah.com)
Petani menggiling padi saat panen di area persawahan. (Foto: Dok. beritadaerah.com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Hingga saat ini banyak pihak yang terus mempertanyakan kesiapan sektor pangan dalam menghadapi MEA. Pasalnya, pemerintah dinilai belum bisa berbuat apa-apa untuk membekali petani, sehingga dikhawatirkan sektor pangan dalam negeri tak bisa bersaing di ajang tersebut. 

Terkait dengan hal itu, Kepala pusat data Kementerian Pertanian, Suwandi, menepis anggapan tersebut. Menurutnya, tata kelola sektor pertanian pada saat ini sudah sangat baik. "Tata kelola di sektor pangan kita saat ini sudah sangat baik. Maka untuk menghadapi pasar bebas sebenarnya sudah sangat siap," ungkapnya, dalam keterangan tertulis yang diterima jitunews, Kamis (4/2).

Lebih lanjut, Suwandi menegaskan, sejak kabinet kerja menjalankan tugasnya pada Oktober 2014, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, telah melakukan perubahan mendasar. Sejumlah perubahan mendasar tersebut diantaranya merevisi regulasi yang menghambat pembangunan, seperti:


Rizal Ramli Beri Peringatan Sinyal Tanda Bahaya Krisis Pangan Benar Terjadi.

1. Perpres 172/2014 diproses satu minggu sehingga penyediaan benih dan pupuk tepat waktu.

2. Menerbitkan Peraturan Pengendalian Impor Pangan.

3. Deregulasi investasi dan menghasilkan 35 komitmen investor industri gula, jagung dan sapi. 

Selain itu, langkah lanjutan yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) adalah mempersenjatai petani dengan 65.000 alsintan (jumlah terbanyak selama ini), pupuk bersubsidi 9,5 juta ton, benih padi 1 juta ha, jagung 1,1 juta ha, dan kedelai 831 ribu ha. 

"Kementan juga membangun infrastruktur secara besar-besaran yang meliputi perbaikan irigasi besar-besaran 2,45 juta ha, optimasi lahan 932 ribu ha, embung, long-storage, jalan usaha tani, pasar tani, dan di sektor hilir menangani tata niaga dan ekspor impor," jelas Suwandi.  

Menurut Suwandi, sejumlah langkah tersebut sudah cukup kuat untuk menghadapi iklim ekstrim di tanah air dan mampu menopang peningkatan produktivitas pertanian. "Dengan sejumlah upaya itu, kami sangat yakin bahwa sektor pangan sudah siap menghadapi MEA," pungkasnya tegas.

Jamin Ketersediaan Air di Musim Kemarau, Kementerian PUPR Lakukan Sejumlah Langkah Antisipasi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro