logo


Rizal Djaafarer: Anggrek, Sebuah Pilihan Hidup

1 April 2014 14:35 WIB


BANDUNG, JITUNEWS.COM - Nama Rizal Djaafarer di blantika tanaman hias Indonesia khususnya anggrek dan kaktus tak terbantahkan lagi. Dialah salah satu maestro penyilang anggrek Indonesia selama 25 tahun, inovator sekaligus lokomotif tren jenis-jenis baru. 

Berawal dari sebuah keputusan besar yang membuat keluarga dan sanak kerabat kaget bukan kepalang  pada 1985. "Saya memilih jadi petani anggrek," ujar ayah 3 anak itu. Padahal di saat sama hidupnya sudah nyaman sebagai dosen dan konsultan. “Modal saya hanya lahan seluas 100 meter persegi,” katanya. Lokasi lahan itu berada di Lembang, Jawa Barat. 

Motivasi menjadi seorang petani anggrek memang diyakini Rizal dapat memberi membuat perubahan dalam hidupnya. “Mengubah cara pandang, status, keuangan, meyakini anggrek mampu menjadi andalan hidup,” ujar pria 62 tahun itu. Rizal sadar budidaya anggrek tidak mudah. Namun di balik itu, alumnus Fakultas Teknik Arsitektur IKIP Bandung itu menuturkan tersimpan pesan moral kehidupan dari sosok anggrek, yakni kesabaran, kepedulian, dan kebaikan. 

Pesan moral itu apabila dijalani secara ikhlas, dapat mengantarkan seseorang kepada pencapaian kebahagiaan hidup. Nilai-nilai kehidupan yang diperolehnya menurut Rizal adalah sebuah kesadaran untuk selalu bersukur serta hidup itu adalah pilihan. “Setiap pilihan memiliki konsekuensi,” kata Rizal yang memiliki filosofi, "Kehidupan adalah proses belajar, fokus pada hal-hal yang dijalani, peduli pada sesama dengan berbagi pengetahuan, keuntungan, dan kesempatan". 

Sejatinya Rizal menyampaikan terdapat tantangan dan rasa puas saat menekuni budidaya anggrek. Apalagi faktanya menurut Rizal, Indonesia memiliki potensi dan prosek pengembangan anggrek sangat besar, meskipun saat ini pelaku usahanya masih sedikit. "Hal itu yang membuat orang dengan mengimpor anggrek dari Thailand, Malaysia, Taiwan, dan Amerika,” ujarnya. Sebab impor Indonesia kehilangan devisa. 

“Populasi penduduk Indonesia di atas 250-juta jiwa adalah pasar besar bagi produk apapun, termasuk anggrek,” kata Rizal. Kakek satu cucu itu menyatakan bahwa Indonesia dengan potensi kekayaan alam dan sumberdaya manusia yang dimiliki seharusnya bukan hanya target pasar bagi produsen asing, melainkan juga dapat berperan sebagai pemasok kebutuhan anggrek dunia sehingga menyumbang devisa.  

Bagi Rizal kunci sukses yang sudah dialaminya memiliki resep sederhana. “Mempunyai Usaha yang dapat dimulai dari Hobi. Bangunlah usaha berdasarkan hobi. Asalkan kita ikhlas dan fokus maka insyaallah usaha yang dibangun dari hobi ini akan menghasilkan,” katanya. Hal lain usaha dapat dibangun dengan melihat peluang, dan mengandeng orang yang usahanya sudah maju. “Usaha juga dapat dimulai sesuai dengan ilmu atau pengalaman dan bentuknya jasa. Usaha seperti ini low risk, high profit,” ujar Rizal.

Pesan penting yang menjadi sukses Rizal adalah selalu berbagi supaya usaha terus tumbuh. “Jangan pelit untuk berbagi ilmu dengan sesama orang. Banyak pengusaha yang sulit membagikan ilmunya karena takut tersaingi atau ilmunya dicuri. Dampaknya pengusaha tersebut akan kesulitan dalam hal pendelegasian,” katanya.

Harapan Besar Pembuat Tahu Kecil

Halaman: 
Penulis :