logo


Aliansi Pekerja Nilai Kebijakan Upah Murah Tak Tepat Sasaran

Tahun ini sudah berjalan Masyarakat Ekonomi ASEAN untuk itu pemerintah jangan hanya sekadar mengeluarkan kebijakan.

2 Februari 2016 18:04 WIB

Ilustrasi. (Foto: Ist)
Ilustrasi. (Foto: Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, salah satu penyebab daya beli semakin turun adalah kebijakan upah murah pemerintah melalui PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang tidak tepat sasaran.

"Kebijakan upah murah tidak tepat sasaran akibatnya daya beli makin turun," ujar Said, di Jakarta, Selasa (2/2).

Pihaknya mengingatkan bahwa tahun ini sudah berjalan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk itu pemerintah jangan hanya sekadar mengeluarkan kebijakan hitam di atas putih saja.

"Jangan lupa pasar saham investor, begitu perusahaan raksasa tutup seperti Ford, itu investment grade turun," ucapnya.

Memang, pengumuman resmi perusahaan tutup karena operasional tidak cukup. Pihak perusahaan tahu betul media bisnis internasional ada kajian.

"Jadi, kita khawatir pertumbuhan ekonomi 2016 tidak tercapai target. Kami minta pemerintah Jokowi-JK bersungguh-sungguh serius di investasi dan hentikan proyek mercusuar," ungkapnya.

Pinjam Dana ke CDB, Gerindra Sebut Pemerintah Tak Becus Cari Investor

Halaman: 
Penulis : Rachmad Faisal Harahap, Syukron Fadillah