logo


Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Tanpa SNI, Tak Menimbulkan Gejolak

Masyarakat kota Padang lebih banyak menggunakan minyak goreng kemasan ketimbang minyak goreng curah

2 Februari 2016 12:39 WIB


PADANG, JITUNEWS.COM - Larangan penjualan minyak goreng curah tanpa SNI, tidak akan menimbulkan gejolak di Padang, Sumatra Barat. Hal itu dikatakan Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Dipserindagtamben) Kota Padang, Sumbar, Nasril, yang optimistik bahwa peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) itu tidak akan mempengaruhi kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng.

Menurut Nasril, data Disperindagtamben Padang menunjukkan masyarakat Kota Padang lebih banyak menggunakan minyak goreng kemasan ketimbang minyak goreng curah.
"Di Padang masyarakat sudah pintar, tahu mana bagus untuk kesehatan, dan mana baik untuk dimasak. Jadi minyak kemesan lebih banyak diminati masyarakat, dari pada minyak goreng curah," katanya, Selasa (2/2).

Meski demikian, Nasril mengakui, bahwa masyarakat yang membeli dan menggunakan minyak goreng curah merupakan masyarakat golongan menengah ke bawah. Namun hanya sebagian kecil saja, karena di antara mereka ada yang menggunakan minyak goreng kemasan juga," tegasnya.

Menurutnya, minyak goreng curah itu secara pengeloaannya dari sawit menjadi minyak goreng tidak jauh berbeda dengan dengan minyak goreng kemasan. Hanya saja, cara mengemasnya yang berbeda.

"Jika minyak goreng curah, kebersihan minyaknya perlu dipertanyakan juga, melihat dari cara dan tempat penyimpanannya. Terkadang tangan pedagang itu entah memegang apa, tiba-tiba langsung saja mengambil minyak dari pesanan pembeli, hal ini lah yang perlu untuk dihilangkan," ujar Nasril.

Walaupun Permendag itu baru berjalan optimal pada 1 April 2016 ini, Pemerintah Kota Padang melalui Disperindagtamben berharap, supaya masyarakat jangan merasa panik atau gelisah, apabila minyak goreng curah tidak lagi dipasarkan. Karena hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Saat ini harga minyak goreng curah di Padang mulai dari Rp 8.500 hingga Rp 9.500 perkilogramnya. Sementara untuk minyak goreng kemasan harganya bervariasi, karena ada berbagai merek, diperkirakan kisaran harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 18.000 perkilogramnya.

Pasca Bencana, Solok Selatan Krisis Beras

Halaman: 
Penulis : Muhammad Noli Hendra (KR), Vicky Anggriawan