logo


Ini Alasan Menteri Rini Batalkan PMN ke 22 Perusahaan BUMN

Untuk perusahaan yang tidak mendapatkan PMN, Rini mengakui, saat ini pihaknya tengah mencoba menerapkan kemandirian.

1 Februari 2016 18:02 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno. (Jitunews/Bayu Erlangga)
Menteri BUMN Rini Soemarno. (Jitunews/Bayu Erlangga)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebelumnya menyatakan, ada 22 perusahaan BUMN penerima penyertaan modal negara (PMN) dengan total nilai Rp 31,31 triliun dalam APBN 2016. Namun, Menteri BUMN Rini Soemarno membatalkan PMN untuk 22 perusahaan negara tersebut mengingat kondisi anggaran pemerintah yang minim. Ditambah lagi, Rini beralasan, harga minyak dunia tengah mengalami penurunan.

"Di dalam BUMN menekankan betul, kita ingin menunjukkan kemandirian secara vialibity business, serta membuktikan sebagai agen pembangunan dan menyejahterakan rakyat tanpa memanfaatkan APBN," ujar Rini, di Jakarta, Senin (1/2).

Sementara untuk perusahaan yang tidak mendapatkan PMN, Rini mengakui, saat ini pihaknya tengah mencoba menerapkan kemandirian. Oleh karena itu, BUMN ini disarankan untuk bersinergi dengan BUMN lain sehingga bisa menjalankan berbagai proyeknya tanpa bantuan PMN.


Dinilai Tak Menjanjikan, Pegadaian Tutup 76 Kantor Cabang

"Kita pada dasarnya seperti itu. Untuk pembiayaan, ā€ˇkemungkinan anak perusahaan akan ada yang go public dan mungkin ada holdingnisasi," ucapnya.

Listrik di Aceh Kembali Normal Pasca Gangguan

Halaman: 
Penulis : Rachmad Faisal Harahap, Syukron Fadillah