logo


Omzet Fantastis Budidaya Buah Lokal yang Berpotensi Ekspor

Di bawah bendera usaha Dunia Segar Abadi, Saeful memasarkan buah ke pasar ekspor melalui eksportir

1 Februari 2016 17:43 WIB


MAJALENGKA, JITUNEWS.COM – Tanaman pangan di Indonesia memilik jenis yang beragam, salah satunya adalah buah buahan yang memilik kandungan gizi yang tinggi dan rasanya yang lezat. Buah-buahan tersebut pun memiliki nilai ekonomis yang tinggi, terlebih di pasar mancanegara alias ekspor.

Salah satu pembudidaya buah lokal yang berorientasi ekspor tersebut adalah Andrean Saeful. Jenis komoditi buah untuk pasar ekspor yang dibudidayakan pria yang akrab disapa Saeful ini antara lain mangga, manggis, sirsak, jeruk limo, dan jeruk nipis. Menurut Saeful, negara yang paling tinggi permintaan ekspornya untuk jenis mangga, jeruk limo dan jeruk nipis adalah negara Dubai.

Di bawah bendera usaha Dunia Segar Abadi, Saeful memasarkan buah ke pasar ekspor melalui eksportir. Menurutnya, di awal pemasaran ia tak begitu mengalami kesulitan karena sudah memiliki relasi beberapa perusahaan eksportir ketika ia masih berprofesi sebagai penjual buah impor.

Saeful memiliki lahan budidaya buah yang tersebar di beberapa daerah di Jawa Barat, seperti di Ciamis, Bandung, dan Majalengka. Luas keseluruhan lahannya berkisar 10-12 hektar. Dalam menunjang usahanya ini Saeful pun dibantu pekerja sekitar 200-300 orang.

Dikatakan Saeful, secara umum budidaya buah lokal yang menyasar pasar ekspor sama seperti budidaya buah pada umumnya, yakni harus memerhatikan beberapa faktor

“Seperti contohnya budidaya buah mangga, sebaiknya ditanam di lokasi yang sesuai yaitu di dataran rendah, bersuhu panas, dan di tanah dengan struktur ringan dan berat. Jika lokasi budidaya tidak sesuai maka mangga yang ditanam kualitasnya akan rendah. Lain lagi untuk sirsak dan manggis, sebaiknya dibuddiayakan di lokasi sejuk dengan ketinggian 600 mdpl. Jarak tanam pohon buah mangga 10 meter, manggis 12 meter, jeruk 4 meter, dan sirsak 5 meter,” beber Saeful.

Saeful menambahkan, kebun budidaya pun sebaiknya dekat dengan lokasi sumber air. Jika kondisi tanah keras atau menggumpal bisa digemburkan dengan air irigasi atau sumber air lain dan disebarkan kapur/dolomit lalu diberikan pupuk organik.

Untuk pemeliharaannya, Saeful kerap melakukan penyiraman tanaman secukupnya. Pada musim kemarau misalnya, kata dia, sebaiknya penyiraman dilakukan sehari dua kali. Untuk penanggulangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman, seperti ulat maupun jamur, Saeful cukup menyemprotnya dengan pestisida. Dalam menjalankan budidaya tanaman buah ini Saeful juga kerap memberikan hormon pertumbuhan seperti Pran Catalis dari CNI, dengan dosis secukupnya sesuai takaran dalam kemasan.

Dikatakan Saeful, untuk budidaya buah mangga sendiri mulai dari bibit hingga panen membutuhkan waktu sekitar lima tahun, dan biasanya panen di pertengahan sampai akhir tahun. Pada tahap proses pembibitan, pada lubang tanaman ditambahkan pupuk organik/pupuk kandang.

“Sedangkan pada budidaya sirsak membutuhkan waktu selama 1 tahun hingga panen, alpukat 3-4 tahun, manggis 6-10 tahun, dan jeruk sekitar 1 tahun. Sistem panennya sama dari pertengahan tahun sampai akhir tahun,” ujar Saeful.

Saeful tak selalu memanen buahnya tiap bulan. Maka dari itu kapasitas panen terkadang belum bisa memenuhi permintaan. Apalagi umumnya masa panen dari mulai bulan Juni sampai akhir tahun saja. Saat ini kapasitas produksi hasil panen buah milik Saeful bervariasi, misalnya mangga dalam setahun sebanyak 70-100 ton, manggis 50 ton, sirsak 50 ton, dan jeruk 80 ton.

“Itu pun panennya tidak sekaligus, dari bulan Juni sampai akhir tahun bisa 3-5 kali panen. Jadi terkadang saya kerap kekurangan stok buah karena banyaknya permintaan,” ujar Saeful.

Dikatakan Saeful, jika kapasitas produksi komoditi mangga per tahun sekitar 70-100 ton, manggis 50 ton, sirsak 50 ton, dan jeruk 80 ton, maka bisa diasumsikan ia mampu merogoh omzet sekitar Rp 5,1 miliar per tahun atau rata-rata Rp 400 juta per bulan dengan keuntungan sekitar 20%. Nilai yang sangat fantastis bukan?

Saat disinggung soal tips suksesnya membudidayakan aneka jenis buah orientasi ekspor tersebut, Saeful menuturkan bahwasanya tips suksesnya sangat sederhana.

“Tipsnya sederhana, awalnya harus dijadikan hobi bahkan senang dan cinta dengan budidaya buah. Kemudian jadikan tanaman itu layaknya anak kita dengan merawat secara baik sehingga tanaman itu akan menghasilkan buah yang mendatangkan keuntungan,” pungkas Saeful.

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Riana