logo


Ternak Puyuh: Kuncinya Pada Pakan dan Mutu DOC

Dalam beternak puyuh yang sulit itu adalah memilih DOC

1 Februari 2016 14:35 WIB

Ternak burung puyuh. (Ist)
Ternak burung puyuh. (Ist)

BANDUNG, JITUNEWS.COM – Untuk mewujudkan peternakan puyuh yang produktif, setidaknya diperlukan asupan pakan yang mampu menunjang segala jenis kebutuhan vitamin dan karbohidrat yang dibutuhkan oleh puyuh. Di luar pakan, peternak juga wajib memerhatikan lingkungan sebagai daya dukung keberlangsungan peternakan.
   
Menurut Andri Warliyansyah, seorang peternak puyuh asal Cilengkrang, Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, dari kesemua proses pemeliharaan puyuh, pakan merupakan hal utama yang harus diperhatikan karena dengan pakan yang bermutu puyuh yang dihasilkan pun akan bertumbuh sesuai perhitungan.

Andri menambahkan, sejak puyuh dibesarkan terutama untuk puyuh petelur, kalau bisa posisi kandang dan jenis pakan jangan di ubah-ubah agar produksi telur maksimal.

“Kalau kandang dan pakan sering diganti atau diubah puyuh bisa stres dan berdampak pada produksi telur, lamanya stres bisa sampai 5 hari. Kalau 1 hari puyuh bertelur satu kan sangat disayangkan jika 5 hari puyuh tidak bertelur,” jelas pria yang hobi sepak bola itu.

Sejak menetas, lanjut Andri, burung puyuh baru bisa produktif bertelur di usia 40-45 hari dan masuk masa ke emasan produksi pada usia 3-5 bulan dan usahakan pada usia tersebut pakan puyuh jangan diganti-ganti.

Menyoal air minum juga harus terus tersedia pada kandang puyuh, air minum bisa menggunakan air tanah. Tak ketinggalan, untuk memacu pertumbuhan berikan vitamin, pemberian vitamin bisa dilakukan dengan mencampurnya pada air minum.

Dikatakan Andri, ciri puyuh yang bagus untuk dibesarkan bisa dilihat dari mata yang terlihat cerah, ukuran fisik seragam sesama DOC, terlihat lincah, bergerombol dan bulu tidak rontok. Sedangkan untuk indukan yang cakap ialah yang bertubuh gemuk, masa bertelurnya teratur, lincah dan memiliki nafsu makan yang tinggi.

“Dalam beternak puyuh yang sulit itu adalah memilih DOC, memastikan DOC berasal dari indukan bagus terasa sulit dilakukan karena susah dilacak akibat manajemen pemeliharaan yang masih jauh dari kata baik” pungkas Andri.

Andri menambahkan, untuk beternak puyuh bisa dilakukan di dataran tinggi bersuhu dingin maupun dataran rendah bersuhu lebih hangat, yang terpenting adalah suhu harus stabil, tidak cepat berubah secara drastis dalam waktu singkat.

Ditengok dari bentuk fisik perbedaan puyuh jantan dan betina hanya terdapat pada warna bulu, untuk puyuh betina warna bulu kecokelatan sedangkan untuk puyuh jantan bulu berkelir kehitaman.

Lanjut Andri, untuk puyuh petelur, panen baru bisa dilakukan ketika puyuh betina masuk usia 50 hari, berbeda dengan peternak puyuh yang hanya memfokuskan untuk menjual DOC dimana pada usia sebelum 50 hari DOC puyuh sudah bisa dipanen atau dijual.

“Untuk panen telur biasanya terjadi selepas jam 11 malam karena puyuh biasanya bertelur mulai dari jam 4 sore hingga jam 10 malam. Terkadang puyuh juga bisa bertelur meski tidak di buahi oleh jantan tapi tidak dapat ditetaskan,” kata suami Efa Sriyuliana itu.

Mau Usaha Ternak Burung Puyuh? Ini Kiat Suksesnya..

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Riana