logo


Mengintip Kisah Sukses Lulusan SMK dalam Beternak Puyuh

Tahun 2016 ini Andri hanya fokus melakukan pembesaran puyuh sejak DOC usia 1-2 hari hingga siap jual

1 Februari 2016 14:07 WIB

Burung puyuh. (Ist)
Burung puyuh. (Ist)

BANDUNG, JITUNEWS.COM – Burung puyuh merupakan salah satu rumpun unggas lokal Indonesia yang mempunyai sebaran geografis hampir di seluruh nusantara. Di tangan Andri Warliyansyah, seorang peternak muda asal Cilengkrang, Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, burung puyuh dijadikan salah satu komoditi unggas yang memiliki nilai jual tak ubahnya ayam potong.

Diakui Andri, ketertarikannya pada dunia ternak puyuh dimulai sejak ia melihat peternakan puyuh di daerah Tasikmalaya.

Keingintahuan pria lulusan Sekolah Menengah Kejuruan ini terpancing tatkala omzet hasil ternak puyuh cukup menggiurkan, terlebih pangsa pasarnya luas. Ketertarikan itu mengantarkan Andri untuk mulai mencoba-coba membesarkan puyuh di kediamannya di Cilengkrang.

Menjelang akhir tahun 2010, Andri memantapkan diri menjadi peternak hewan yang bernama Latin Coturnixcoturnix dengan merogoh kocek sebesar Rp. 15 juta yang ia ambil dari tabungan pribadinya sebagai modal awal usaha membuka peternakan puyuh. Modal tersebut digunakan untuk membeli 1.000 ekor DOC puyuh yang didatangkan dari daerah Solo, Jawa Tengah. Selain itu, modal tersebut juga Andri gunakan untuk mendirikan kandang semi permanen.

Terbatasnya modal tak menyulitkan Andri mencari lokasi kandang. Dengan segala ide kreatifnya ia menyulap pekarangan belakang rumahnya menjadi basis sarang puyuhnya membesarkan diri. Tiga tahun usahanya berjalan Andri mendapati banyak hambatan dimana suplai pakan puyuh sukar ditemui mengingat waktu itu Andri masih harus mengorder pakan puyuh dari Cimahi yang berjarak sekitar 20km. Selain itu Andri juga menemui rintangan dari segi teknis pemeliharaan yang mengakibatkan usahanya hampir gulung tikar.

“Saat itu sudah mau bangkrut tapi saya sangat menyayangkan jika hal itu terjadi mengingat sudah banyak ilmu dan modal yang saya keluarkan. Mulai dari 2013 saya merintis dari awal lagi dan Alhamdulilah bisa besar dan sukses seperti sekarang,” tutur pria kelahiran Bandung 26 tahun lalu tersebut.

Sebagai pengusaha muda Andri tak mau menyerah begitu saja dengan keadaan. Kendati berlatar pendidikan otomotif Andri tak canggung dan malu untuk mempelajari teknik seluk beluk memelihara puyuh dari buku-buku, internet, sharing dengan sesama peternak puyuh. Menurut Andri, ia harus belajar dari pengalaman sendiri supaya tidak jatuh di lubang yang sama.

Andri menambahkan, sekarang ini usaha ternak puyuh sudah lebih mudah ketimbang ketika ia merintis usaha 5 tahun lalu. Sebab sudah banyak supplier pakan puyuh yang mendatangi peternak. Ketersediaan vitamin puyuh yang bervariasi juga merupakan salah satu kemudahan ditambah jumlah konsumen di pasar yang semakin meningkat.

Andri mengisahkan, dua tahun ke belakang ia masih sempat melakukan penetasan telur puyuh di peternakannya, namun kini seiring naiknya permintaan konsumen ia tak sanggup lagi karena keterbatasan waktu dan tenaga antara meladeni penetasan dan pembesaran. Oleh karenanya di tahun 2016 ini Andri hanya fokus melakukan pembesaran puyuh sejak DOC usia 1-2 hari hingga siap jual, besarnya tergantung permintaan konsumen.

“Kadang ada konsumen yang ingin puyuh sejak kecil dan tak jarang order yang usia produktif tapi itu semua saya batasi sesuai stok yang ada di kandang. Dengan menemukan cara beternak puyuh yang baik hati saya semakin mantap untuk terus melebarkan sayap,” pungkas anak bungsu dari lima bersaudara ini.

Sebagai informasi, puyuh yang dibesarkan Andri merupakan puyuh yang sudah memiliki galur murni dari keturunan puyuh jenis unggulan lokal. Dikatakan Andri, ciri puyuh yang bagus untuk dibesarkan bisa dilihat dari mata yang terlihat cerah, ukuran fisik seragam sesama DOC, terlihat lincah, bergerombol dan bulu tidak rontok. Sedangkan untuk indukan yang cakap ialah yang bertubuh gemuk, masa bertelurnya teratur, lincah dan memiliki nafsu makan yang tinggi.

Setelah mengetahui trik pemeliharaan puyuh yang baik, kini Andri pun semakin gencar meningkatkan jumlah produksi puyuh demi memenuhi permintaan pasar. Dan terbukti, kini dalam sebulan Andri sanggup mendulang omzet hingga Rp. 30 juta hasil ternak puyuh.

Mau Usaha Ternak Burung Puyuh? Ini Kiat Suksesnya..

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Riana