logo


Paket Kebijakan Ekonomi 9 Matikan Usaha Peternak Lokal!

Daging dan jeroan sapi ilegal banyak beredar di pasar tanah air

29 Januari 2016 18:41 WIB

Peternakan sapi lokal (Ist)
Peternakan sapi lokal (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Adanya perluasan negara pengimpor sapi yang bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam Paket Kebijakan Ekonomi 9, dinilai mematikan peternak lokal. Pasalnya, menurut Ketua Perhimpunan Peternak dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana, peternak lokal bakal kalah bersaing dari segi harga.   

Teguh pun menilai, pemerintah tidak menghargai proses hukum yang tengah digodok oleh Mahkamah Konstitusi. Pasalnya, kebijakan perluasan pengimpor daging sapi (zona atau country base) yang tertulis di UU 41/2014, masih dalam proses hukum. 

"Sangat disayangkan keputusan pemerintah itu. Seharusnya mereka (pemerintah) bersabar karena payung hukum poin itu sedang proses uji materi di Mahkamah Konstitusi," terang Teguh, Jumat (29/1), di Jakarta.


Mendag: Tidak Ada Alasan Harga Pangan Naik!

Karena hal itu, Teguh berencana, kembali menyurati Presiden dan para Menteri teknis agar membatalkan kebijakan tersebut. Tak hanya itu, Teguh pun mengatakan, pemerintah belum siap menjamin daging impor nantinya bebas PMK. Ia pun menyinggung peredaran daging dan jeroan sapi ilegal asal India yang masuk pasar basah. "Mengurus peredaran daging dalam negeri saja belum bisa, apalagi mengawasi jaminan kesehatan daging dari luar negeri," pungkasnya tegas. 

|Republika|

Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro