logo


Atas Nama Tren, Homoseksualitas Bisa Ditularkan

Bagi orang tua, hal yang harus dilakukan adalah menjaga anaknya yang agar tidak terjun ke dalam lingkungan pergaulan yang menganggap homoseksual adalah suatu tren

29 Januari 2016 10:39 WIB

Ilustrasi pasangan sesama jenis. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi pasangan sesama jenis. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menjadi homoseksual merupakan sebuah pilihan dari setiap individu. Namun, apa jadinya jika seorang homoseksual dewasa mengajak atau memaksa anak remaja heteroseksual menjadi teman untuk memuaskan hasratnya. Untuk itu, peran orang tua dalam membimbing anak perlu ditingkatkan dan diwaspadai agar anak tak terjerumus ke dalam pergaulan yang merugikan mereka.

Menurut Dr. Felix Lengkong, M.A, Psikolog Klinis dan Dosen Universitas Gunadarma Depok, jika bertitik tolak dari pandangan teori penciptaan alam semesta oleh Allah yang dipercaya hanya mencipta dua gender yaitu pria dan wanita. Maka homoseksualitas itu dianggap sebagai penyimpangan. Namun, jika kita bertitik tolak dari teori evolusi alam semesta, maka homoseksualitas itu tidak bisa sembarangan digeneralisasikan sebagai penyimpangan. Untuk itu, kita harus mengevaluasi kasus demi kasus dari setiap individu yang memiliki ketertarikan kepada sesama jenis.

"Banyak masyarakat yang beranggapan perilaku seksual sesama jenis bisa menular satu sama lain atau yang tadinya heteroseksual menjadi homoseksual. Namun, sesungguhnya definisi kata menular sendiri bukan melalui sentuhan atau kontak fisik maka seorang heteroseksual langsung menjadi homoseksual. Dalam diri setiap orang yang lahir ke muka bumi ini sudah ada benih atau bakat homoseksualitas dan heteroseksualitas. Artinya, di dalam diri kita terdapat sisi the feminine factor dan the masculine factor," ungkap Felix kepada Jitunews.com di Jakarta Barat beberapa waktu lalu.


Kenali dan Pahami Tiga Gejala Trauma pada Anak

Tiap orang memiliki kadar yang berbeda-beda dari kedua faktor tersebut. Pada akhirnya kedua benih ini akan ditumbuhkembangkan atau dimatikan melalui proses pendidikan, lingkungan kanak-kanak dan remaja. 

"Pada intinya, akan dikembalikan kepada masing-masing individu bahwa hidup yang dijalaninya adalah hidupnya dan mereka berhak memilih asalkan telah mengetahui semua informasi terkait dan siap menanggung segala konsekuensinya terhadap apapun yang menjadi pilihannya," lanjut Felix.

Bagi orang tua, hal yang harus dilakukan adalah menjaga anaknya (yang memang tidak memiliki ketertarikan seksual kepada sesama jenis) agar tidak terjun ke dalam lingkungan pergaulan yang menganggap homoseksual adalah suatu tren. Dan jika ingin masuk dan mengikuti tren tersebut maka harus menjadi homoseksusal. Selain itu, pengaruh dari tontonan dan media sosial lainnya semakin memperkuat persepsi masyarakat terutama anak-anak dan remaja. 

"Contohnya, menunjukkan perilaku yang agak kemayu dan menyukai sesama jenis merupakan sesuatu yang heboh dan happening. Padahal persepsi inilah yang bisa menyebabkan seseorang yang heteroseksual akhirnya memiliki ketertarikan kepada sesama jenis," pungkasnya.

 

Agar Anak Tidak Menjadi Homoseksual, Perhatikan 4 Hal Berikut

Halaman: 
Penulis : Suciati, Agung Rahmadsyah
 
×
×