logo


Mengenal Sosok 'Raja Jagung' dari Desa Gunung Raja

Sempat mengenyam pendidikan formal di bidang ilmu fisika, cita-cita awal Budiono adalah ingin menjadi guru

28 Januari 2016 14:42 WIB

Budiono si raja jagung dari Desa Gunung Raja. (Foto: Dok. tribunnews)
Budiono si raja jagung dari Desa Gunung Raja. (Foto: Dok. tribunnews)

TANAH LAUT, JITUNEWS.COM – Budiono, masyarakat Desa Gunung Raja, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan begitu mengenal sosok pria paruh baya ini. Ya, ia dikenal sebagai ‘Raja Jagung’ oleh masyarakat di sana, pasalnya Budiono dinilai berhasil dalam melaksanakan kegiatan usaha budidaya tanaman jagung.

Dikutip dari laman Sinar Tani, merunut sejarahnya, Budiono memulai kariernya sebagai petani jagung yang ia tanam di sela tanaman karet di lahan perkebunan milik orang tuanya di Desa Gunung Raja. Ternyata tanaman jagungnya dapat tumbuh subur dan menghasilkan keuntungan lumayan besar.

Jejak Budiono pun diikuti rekan petani lainnya dan 12 tahun kemudian seiring makin banyaknya petani penghasil jagung maka Desa Gunung Raja kian mampu menunjukkan kiprahnya sebagai sentra jagung pipil berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi di Kalimantan Selatan.

Budiono sendiri tak menyangka usaha yang dirintisnya tersebut akan berbuah manis mengingat dirinya tak memiliki bekal pendidikan bercocok tanam yang cukup. Sempat mengenyam pendidikan formal di bidang ilmu fisika, cita-cita awal Budiono adalah ingin menjadi guru. Tapi dalam perjalanan waktu, cita-citanya menjadi pengajar kandas di tengah jalan dan iapun beralih profesi menjadi petani.

Ia sempat ragu menjalankan profesi barunya sebagai petani karena banyak yang berpendapat bahwa menjadi petani itu seperti jalan di tempat dan hidupnya pas-pasan. Namun dengan keyakinan kuat untuk berhasil ditambah kerja keras dan menjalin kerjasama dengan banyak pihak (termasuk dengan pabrik pakan), maka keuntungan finansial pun akhirnya mampu diraihnya. Dari bertanam jagung ia mampu meningkatkan taraf perekonomian serta kesejahteraan keluarganya.

Kinerja positif yang ditunjukkan Budiono serta masyarakat Desa Gunung Raja pun tak pelak mendapat perhatian pimpinan puncak Kabupaten Tanah Laut. Bupati Tanah Laut, Bambang Alamsyah, menyatakan siap mendukung kiprah petani dengan menyiapkan dana APBD sebesar Rp.10 miliar untuk merehabilitasi dan membuat infrastruktur pertanian termasuk menyediakan alsintan yang diperlukan.

Ia pun mengajak para generasi muda di wilayahnya meniru apa yang telah dilakukan Budiono untuk memajukan desanya dengan langkah nyata seperti ramai-ramai mengusahakan pertanaman jagung. Budiono yang awalnya awam dalam kegiatan penanaman jagung kenyataannya bisa menjadi petani yang berhasil. Lahan jagung miliknya kini sudah mencapai puluhan hektar dan jika digabungkan dengan lahan milik anggota kelompok taninya sudah mencapai 200 hektar dengan rata-rata produktivitas per hektar mencapai 12-40 ton jagung pipil kering.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, Noor Hidayat menambahkan, meskipun lahan untuk tanaman jagung kini kian menyempit, tidak berarti kemungkinan meningkatkan produksi jagung tertutup sudah. Saat ini tersedia teknologi baik modern maupun teknologi tepat guna yang bisa dimanfaatkan untuk melipatgandakan produksi sampai dua kali lipat.

Penggunaan fosfat alam misalnya, diketahui dapat meningkatkan hasil panen jagung sekaligus dapat mengurangi ongkos produksi karena berkurangnya penggunaan pupuk kimia. Teknologi tepat guna demikian perlu disosialisasikan oleh petani yang telah berhasil seperti Budiono karena biasanya petani cepat mempercayai dan menuruti apa yang dituturkan oleh petani yang dinilai berhasil dalam melaksanakan usaha taninya.

Raup Untung Hingga Rp 5 Juta dari Pepaya California

Halaman: 
Penulis : Riana
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex