logo


Dapat Bantuan Jokowi, Kusrin Bakal Patenkan TV Buatannya

Pematenan merek tersebut dilakukan untuk melindungi produk hasil buatannya agar tidak diklaim

27 Januari 2016 17:29 WIB

Muhammad Kusrin saat menunjukkan televisi rakitannya di Istana Negara bersama Menperin Saleh Husin dan Juru bicara presiden, Johan Budi. Foto: Biro Pers Istana
Muhammad Kusrin saat menunjukkan televisi rakitannya di Istana Negara bersama Menperin Saleh Husin dan Juru bicara presiden, Johan Budi. Foto: Biro Pers Istana

KARANGANYAR, JITUNEWS.COM - Setelah berhasil mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Menteri Perindustrian, Saleh Husin, kini televisi hasil rakitan UD Haris Elektronika milik Muhammad Kusrin dengan merek dagang Maxreen akan segera dipatenkan.

Pematenan merek tersebut dilakukan untuk melindungi produk hasil buatannya agar tidak diklaim oleh perusahaan elektronik lain.

"Merek (Maxreen) ini mau dipatenkan. Supaya lebih leluasa untuk melakukan produksi dan tidak diklaim oleh perusahaan lain," kata Kusrin, panggilan akrab Muhammad Kusrin saat ditemui di kediamannya Desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (27/1).

Kusrin mengaku, pematenan merek televisi buatannya tersebut dilakukan setelah dirinya dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara Jakarta pada Senin (25/1), lalu. Televisi hasil rakitannya dinilai Presiden sudah sesuai standar komersial dan tidak sekedar produk murah.

"Saya juga diberikan modal usaha oleh Pak Jokowi untuk mengembangkan produksi televisi ini," ungkapnya.

Dalam sehari, Kusrin mengaku bisa memproduksi sampai ratusan unit televisi dengan dibantu 13 karyawan. Baik televisi ukuran 14 inch maupun 17 inch. Rata-rata televisi tabung hasil produksinya itu dijual mulai dari harga Rp 400 ribu atau Rp 500 ribu untuk ukuran yang terkecil (14 inch).

Seperti diketahui sebelum mendapatkan sertifikat SNI, lelaki lulusan Sekolah Dasar (SD)‎‎ ini, sempat mendapatkan berbagai cobaan. Televisi rakitannya dianggap menyalahi aturan hukum tentang standar produksi. Bahkan, usahanya tersebut sempat dihentikan dan televisi rakitannya disita dan dimusnahkan.

Tahun Depan, Pemerintah Bangun 47 Pembangkit Diesel

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan