logo


Hindari Malapraktek, Perijinan Pengobatan Alternatif di Jatim Diperketat

Pemerintah akan memperketat proses perijinan pengobatan alternatif dan juga klinik yang belum memiliki ijin

27 Januari 2016 16:48 WIB

Anggota Komisi E DPRD Jatim dr. Benyamin Kristianto. (Jitunews/Ari Setiawan)
Anggota Komisi E DPRD Jatim dr. Benyamin Kristianto. (Jitunews/Ari Setiawan)

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Untuk menghindari malapraktek dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asea (MEA) 2016, pemerintah akan memperketat proses perijinan pengobatan alternatif dan juga klinik yang belum memiliki ijin di Dinas Kesehatan Jatim.

"Kami siapkan Perda Sistem Kesehatan Provinsi di mana dalam salah satu isi atau komponen aturan perda tersebut dijelaskan bahwa pengobatan alternatif dan klinik yang berdiri di Provinsi Jatim harus mendapatkan ijin dari Dinkes Jatim dan pihak kabupaten/kota di Jatim," ungkap anggota Komisi E DPRD Jatim dr. Benyamin Kristianto saat ditemui di Surabaya, Rabu (27/1).

Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan, pihaknya mendapatkan temuan pengobatan di alternatif yaitu hernia tanpa operasi, wasir tanpa operasi dan contoh berikutnya pihaknya baru saja menerima pasien yang berobat di alternatif tentang penyakit batu ginjal. Namun pasien tersebut setelah di USG ternyata batu ginjal masih ada serta ditubuh si pasien tersebut terdapat bekas terkena silet.

"Dengan adanya temuan ini pihaknya minta kepada Dinkes provinsi agar segera menertibkan alternatif maupun Klinik yang tidak berijin, agar tidak ada korban lagi karena pengobatan alternatif," tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jatim lainnya M. Eksan mengatakan dengan adanya MEA tentunya akan banyak alternatif dan klinik-klinik asing akan masuk di Jatim dengan metode pengobatan yang tidak diketahui oleh Dinas Kesehatan Jatim.

"Dan ini harus ditertibkan sebelum banyak korban yang berjatuhan. Untuk itu pihaknya akan mendesak Dinas Kesehatan agar segera turun untuk sidak berdirinya klinik-klinik pengobatan yang begitu menjamur," tandasnya.

50 Kabupaten/Kota Akan Hadiri Indonesia Creative Cities Conference di Solo

Halaman: 
Penulis : Ari Setiawan (KR), Vicky Anggriawan