logo


Daftar 27 Situs Terindikasi Radikal Blokiran Kominfo

Dari 27 situs terindikasi berisi konten radikal, 24 situs telah diproses untuk pemblokiran

26 Januari 2016 15:56 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Usai tragedi 14 Januari 2016 di mana serangan bom terjadi di kawasan perbelanjaan Sarinah, Jalan MH.Thamrin, Jakarta Pusat, ternyata komitmen masyarakat membantu pemerintah untuk menanggulangi terorisme di Indonesia sangat tinggi.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya laporan dari masyarakat terkait munculnya situs radikal yang memberikan dukungan atas perjuangan ISIS atau situs yg mengajarkan membuat bom untuk mendukung perjuangan mereka, sebagaimana yang dipejuangkan oleh ISIS.

Dari 27 (dua puluh tujuh) situs terindikasi berisi konten radikal, 24 (dua puluh empat) situs telah diproses untuk pemblokiran dan 3 (tiga) situs masih perlu didalami oleh Kementerian Kominfo. Situs-situs yang telah diblokir tersebut antara lain: 

https://abdulloh7.wordpress.com/

http://ruju-ilalhaq.blogspot.co.id/

http://fursansyahadah.blogspot.co.id/

https://karawangbertawhid.wordpress.com/


Kementerian Kominfo Kirim Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok Lembata NTT

http://terapkan-tauhid.blogspot.co.id/

https://arrhaziemedia.wordpress.com/

http://syamtodaynews.xyz/

https://anshardaulahislamiyahnusantara.wordpress.com/

http://jihadsabiluna-dakwah.blogspot.co.id/ 

http://kupastajam.blogspot.co.id/

https://mabesdim.wordpress.com/

http://anshorullah.com/

http://ajirulfirdaus.tumblr.com/

http://batalyontauhidwassunnahwaljihad.blogspot.co.id/

http://anshoruttauhidwassunnahwaljihad.blogspot.co.id/

https://jalanallah.wordpress.com/

https://religionofallah.wordpress.com/

http://daulahislamiyyah.is-great.org/

http://ummatanwahidatan.is-great.org/

http://metromininews.blogspot.co.id/

http://al-khattab1.blogspot.co.id/

http://fadliistiqomah.blogspot.co.id/

https://daulah4islam.wordpress.com/

www.muharridh.com

Disamping situs-situs berkonten radikal tersebut, Kementerian Kominfo juga menerima laporan masyarakat terkait adanya akun di media sosial yang isinya mengandung  konten pornografi anak. Akun tersebut juga sedang dalam proses pemblokiran.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo dalam menanggulangi munculnya situs-situs yang berisi konten negatif, baik terkait pornografi, perjudian, perdagangan ilegal, pelanggaran hak cipta, perdagangan obat, makanan dan minuman ilegal, narkoba sampai kepada situs radikal, membutuhkan bantuan dan partisipasi masyarakat.

"Cukup melaporkan dan mengirimkan email aduan ke aduankonten@mail.kominfo.go.id," pungkas rilis dari Kementerian Kominfo tersebut.

Menteri Kominfo: Songsong Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital, Semakin Maju!

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya