logo


Dampak Traumatik Terhadap Perilaku Anak

Orang tua harus berikan penjelasan yang jujur lewat bahasa yang mudah dipahami anak

26 Januari 2016 14:58 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kejadian traumatik sudah pasti menimbulkan stres yang tidak terhindarkan pada siapa saja yang mengalami langsung, maupun tidak langsung. Serangan terorisme pengeboman dan aksi tembak yang beberapa waktu lalu terjadi di Jl. Thamrin, Jakarta, 14 September lalu salah satunya. Korbannya bukan hanya mereka yang tewas atau terluka, tetapi juga masyarakat  termasuk anak-anak yang belum paham apa itu terorisme dan terpaksa melihat sendiri tayangan kejadian tersebut melalui televisi.

Nathanel EJ Sumampauw M,Psi, Psikolog dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa anak-anak tidak bisa terhindarkan dari ekspose gambar-gambar korban yang cukup mengerikan, baik melalui internet maupun televisi. Yang bisa dilakukan orangtua adalah mencegah kemungkinan dampak berkepanjangan pada anak.

"Harus dipahami bahwa anak maupun orangtua hidup di tempat yang sama. Apa yang orangtua rasakan juga dirasakan oleh anak. Ketika terjadi peristiwa traumatik, ada kebutuhan mendasar yang lebih penting selain kebutuhan primer yakni kebutuhan informasi," jelas Nael kepada Jitunews.com beberapa waktu lalu.


Bolehkah Anak Laki-laki Main Boneka?

Memberikan informasi yang tepat, jelas dan bisa dipahami kepada anak sangatlah penting. Lantas informasi seperti apa yang bisa kita berikan pada anak dan sejauh mana anak perlu tahu? Apakah kita perlu menyembunyikan saja kejadian tersebut dalam rangka melindungi anak dari peristiwa buruk? Pertanyaan-pertanyaan tersebut pasti berkecamuk dalam benak orangtua ketika peristiwa teror terjadi di sekitar kita. 

Kejadian bom Paris bisa menjadi contoh. Begitu peristiwa pengeboman oleh kelompok teroris yang menewaskan ratusan jiwa di Paris terjadi, salah satu media masa setempat mengulas bagaimana menjelaskan teror kepada anak secara bijaksana.

Setelah mengajukan pertanyaan, orangtua lantas menghimpun jawaban-jawaban dari si anak dan memberikan penjelasan dengan tepat. 

"Harus ditekankan kepada orangtua untuk tidak memberikan harapan palsu bahwa semua akan baik-baik saja. Harus diberikan penjelasan yang jujur tetapi dalam bahasa anak yang mudah dipahami," pungkas Nael.

5 Manfaat Mengajarkan Anak dengan Metode Montessori

Halaman: 
Penulis : Suciati, Agung Rahmadsyah