logo


Politisi Gerindra Inginkan Agar Proyek Kereta Cepat Ditunda

Nizar Zahro berpesan agar pemerintah mematuhi PP 32 Tahun 2009 dan PP 27 Tahun 2012 soal proyek kereta cepat.

26 Januari 2016 09:19 WIB

Anggota Komisi V DPR RI Nizar Zahro menyarankan agar proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebaiknya ditunda walaupun sudah ada Perintah Presiden (Perpres) No 107 Tahun 2015. (Foto: ist)
Anggota Komisi V DPR RI Nizar Zahro menyarankan agar proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebaiknya ditunda walaupun sudah ada Perintah Presiden (Perpres) No 107 Tahun 2015. (Foto: ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi V DPR RI Nizar Zahro menyarankan agar proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebaiknya ditunda walaupun sudah ada Perintah Presiden (Perpres) No 107 Tahun 2015.

"Sesuai dengan pandangan Fraksi Gerindra di Komisi V terhadap Kementerian Perhubungan tentang proyek kereta cepat agar ditunda, walau pun sudah ada Perpres 107/2015 tentang kereta cepat Jakarta-Bandung," ungkap Nizar di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (25/1).

Dalam hal ini dia menyarankan, pemerintah agar mematuhi PP 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta mematuhi PP 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.


Gerindra Ajukan Nurmansyah Lubis dan Ahmad Riza Patria Jadi Cawagub DKI Jakarta

Menurutnya, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan menjadi beban keuangan negara dengan pinjaman dari Tiongkok sebesar Rp 79 Triliun yang di angsur selama 60 tahun. Apalagi tahun 2015 tanggung jawab melalui APBN angsuran cicilan hutang pemerintah sebesar Rp 365 triliun.

Politisi Gerindra ini menambahkan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung juga kurang bermanfaat, mengingat hanya dibangun sepanjang 141 km dan agak bertentangan dengan konsep presiden yang akan membangun tol laut.

Lebih jauh dia menambahkan, apabila proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tetap dijalankan eksodus pekerja lokal dari Tiongkok akan bisa menghilangkan kesempatan pekerjaan bagi penduduk lokal, karena pasti dalam pembangunanya akan melibatkan pekerja asal negeri panda itu.

Subsidi Gas Melon Dicabut, Fadli Zon Sindir Pemerintah, "Cuma Naikan Harga Doang Itu Gak Usah Pakai Otak"

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah