logo


Nasib Nelayan Tergantung Belas Kasih Sang Pengepul Ikan

Ketergantungan nelayan pada pengumpul ikan sangat tinggi, sementara harga ikan fluaktuatif

23 Januari 2016 11:26 WIB


MENTAWAI, JITUNEWS.COM - Kesejahteraan nelayan Pulau Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) masih jauh dari kata layak. Nelayan yang merupakan prioritas dalam pembangunan kelautan dan perikanan, sebenarnya perlu untuk menjadi perhatian pemerintah.

Menyikapi kondisi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Yosmeri mengatakan, sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya kesejehteraan nelayan, seperti dilihat dari sisi sosial ekonomi. Ketergantungan nelayan pada pengumpul ikan sangat tinggi, sementara harga ikan fluaktuatif, terutama saat hasil tangkapan melimpah.

Ia menyebutkan, tidak hanya soal harga ikan dan hasil tangkapan semata yang menjadi persoalan dalam sebuah kata kesejahteraan, namun jaminan keselamatan pada nelayan juga tidak ada, padahal mereka bekerja dengan resiko yang tinggi.

"DKP Sumbar melalui UPTD PPP Sikakap tentunya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan kepada nelayan sikakap. membantu dan mendorong perekonomian nelayan, agar menuju ke taraf sejahtera," jelasnya, Jumat (22/1).

Menurutnya, permasalahan-permasalahan seperi permodalan pada dasarnya adalah bayangan yang menghantui nelayan yang menurunkan semangat nelayan. Hal itu bisa diatasi, asalkan pemerintah dan nelayan saling bahu membahu membangun perikanan di Sikakap.

"Dari upaya yang dilakukan oleh UPTD PPP Sikakap. yakni melakukan pembinaan, menyediakan fasilitas, dan memberikan informasi mengenai bantuan-bantuan yang diperuntukkan untuk nelayan," ungkap Yosmeri.

Tidak hanya itu, DKP Sumbar juga membuat pasar ikan di Pelabuhan Sikakap, dengan tujuan agar harga ikan bisa dijual lebih tinggi. Selain pasar ikan, pabrik es untuk ikan juga akan terus dibangun.

Polisi NTB Turun ke Lapangan, Kawal Penyaluran Program Bantuan KKP

Halaman: 
Penulis : Muhammad Noli Hendra (KR), Vicky Anggriawan
 
×
×