logo


Udang Mati Massal, Petambak Rugi Rp 4 M

Udang yang mati totalnya mencapai 40 ton

22 Januari 2016 14:17 WIB

Ilstrasi udang mati.(dok.monga)
Ilstrasi udang mati.(dok.monga)

SUBANG, JITUNEWS.COM- Dilihat dari banyaknya udang yang mati, petambak udang windu di Blanakan, Kabupaten Subang, diperkirakan menderita kerugian Rp 4 miliar. Pasalnya, kematian massal ikan tersebut masih diselidiki oleh tim gabungan yang berasal dari petugas kabupaten, provinsi, dan kementerian. 

"Diperkirakan udang yang mati hingga pekan lalu mencapai 40 ton dan total kerugian ditaksir mencapai Rp 4 miliar," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Subang, Musril, Jumat (22/1`), di Subang.

Namun setelah ditelusuri, lanjut Musril, ternyata ada tambahan bak yang udangnya tahan serangan sehingga tak mengalami kematian. Tambak udang itu umumnya dipakai juga untuk budidaya rumput laut.


Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

“Jadi, yang tak kena kematian itu, tambak udangnya ditanami rumput laut. Ternyata lebih tahan, tapi luasnya paling cuma 10 persen yang terkena serangan," tukas Musril.

Sebelumnya diberitakan, para petambak udang windu di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, mengalami kerugian besar. Pasalnya sejak pertengahan Desember 2015, secara bertahap udangnya banyak yang mati. Para petambak menduga, selain faktor cuaca, matinya udang juga disebabkan oleh air yang tercemar limbah pabrik.

Ketua KUD Mandiri Mina Karya Mukti Blanakan, Sobandi mengatakan, tambak udang yang tercemar limbah terbawa aliran sungai cukup luas, diperkirakan bisa mencapai 100 hektar. “Jadi, limbah itu dibuang pabrik sembarangan, masuk sungai terbawa arus hingga masuk ke tambak," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Mendekati Hari-H Lebaran, Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Daging

Halaman: 
Penulis : Puput Indah Lestari, Christophorus Aji Saputro
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex