logo


Ketahanan Pangan, Modal Utama Berperang di MEA

Kementerian di dalam negeri harus bisa menjadi regulator yang membela kepentingan bangsa

21 Januari 2016 14:40 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM- Untuk menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan, Indonesia harus meningkatkan ketahanan pangan. Pasalnya, ketahanan pangan adalah modal untuk berkompetisi di era globalisasi. 

“Ketahanan pangan kita adalah modal kita untuk berkompetisi di dalam era globalisasi. Tanpa itu cukup, kita tidak punya energi. Badan yang kuat berarti adalah energi. Tanpa energi tidak mungkin menang," ujar Susi, Kamis (21/1), di Jakarta. 

Susi juga menegaskan bahwa bangsa Indonesia jangan takut dengan globalisasi, bangsa Indonesia harus siap dengan perubahan dunia. “Kita tidak boleh takut akan globalisasi. Kita hadapi dengan positif dan optimis. Karena kita optimis dan yakin, kita tidak akan menjual sumber daya alam untuk kepentingan bangsa lain," tegasnya.


Mendag: Tidak Ada Alasan Harga Pangan Naik!

Sumber daya alam yang ada saat ini, lanjut Susi, harus digunakan semaksimal mungkil. Peraturan-peraturan yang dibuat, harus punya keberpihakan pada kepentingan bangsa Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai regulator, juga harus bisa membela kepentingan bangsa, bukan kepentingan global.

“Kita (KKP) sebagai regulator, harus bisa menjadi komponen yang membela dan berada di pihak kepentingan bangsa sebesa-besarnya. Bukan di pihak kepentingan global. Tapi kepentingan bangsa harus menjadi priotitas utama," tandas Susi tegas.

Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Halaman: 
Penulis : Puput Indah Lestari, Christophorus Aji Saputro