•  

logo


Berlomba Mengisi Ceruk Pasar Tomat Premium

Menyoal pasarnya sendiri, tomat premium kini mengisi sejumlah pasar swalayan di Ibu Kota

21 Januari 2016 11:26 WIB

Tomat indigo rose merupakan salah satu jenis tomat premium. (Ist)
Tomat indigo rose merupakan salah satu jenis tomat premium. (Ist)

Jenis tomat premium lainnya adalah tomat beef dan ceri. Tatag Hadi Widodo, pekebun tomat di Desa Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini membudidayakan ke dua jenis tomat tersebut pada 2012.

“Saya tertarik kembali mengebunkan dua jenis tomat itu karena saat ini harganya tinggi di pasar,” ujar Tatag yang notabene seorang alumnus jurusan Ilmu Tanah, Universitas Brawijaya itu.

Karena ceruk pasar tomat yang luas, kini Tatag juga mengebunkan 4.000 tomat ceri di Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dalam greenhouse miliknya seluas 3.000 m2. Dari jumlah itu, Tatag mampu memanen 500 kilogram tomat ceri per 3 hari.

Tatag juga membudidayakan 2.500 tanaman tomat beef di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, dalam greenhouse 800 m2. Ia memanen rata-rata 8 kilogram tomat beef per tanaman atau total 20 ton tomat.

Soal pemasaran tomatnya, Tatag menjual tomat ceri ke swalayan di Jakarta dan Bali dengan harga Rp 30 ribu/kg, dan tomat beef Rp 14-17 ribu/kg. Menurut Tatag, dengan harga jual itu keuntungannya relatif tinggi. Biaya produksi tomat ceri di greenhouse 3.000 m2 mencapai Rp 490 juta. Dari luasan itu ia memperoleh omzet hingga Rp 630 juta atau untung Rp 140 juta per musim tanam. Sedangkan tomat beef kembali modal jika produktivitas per tanaman minimal 1,5 kilogram.

“Produktivitas tomat beef bisa mencapai 8 kilogram per tanaman,” pungkas Tatag.


Mengulik Keunggulan Tomat Asal Mexico, Recento

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Riana