logo


Keren! Minapadi di Seyegan Ini Jadi Lahan Percontohan Asia Pasifik

Program ini dinilai memberikan manfaat bagi ketahanan pangan

21 Januari 2016 10:32 WIB

Hasil Uji Coba Minapadi di Kecamatan Seyegan. (Foto: Dok. slemankab.go.id)
Hasil Uji Coba Minapadi di Kecamatan Seyegan. (Foto: Dok. slemankab.go.id)

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM - Minapadi merupakan metode pertanian yang menggabungkan tanam padi dengan budidaya ikan. Dengan sistem ini, petani mendapatkan pendapatan lebih besar dari panen padi dan pembudidayaannya ikan.

Salah satu daerah di Indonesia yang menganut sistim minapadi ini adalah daerah Kandangan, Margodadi, Seyegan, Yogyakarta. Yang membanggakan, metode tanam minapadi yang diterapkan di daerah tersebut dilirik sebagai percontohan pengelola lahan pertanian di Asia Pasifik. Pasalnya metode ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) untuk Indonesia, Mark Smulder, mengatakan, program ini merupakan upaya peningkatan produksi padi dan ikan serta penyejahteraan pembudidaya minapadi. Program inipun dinilai memberikan manfaat bagi ketahanan pangan.

“Manfaat yang dapat diambil sangat banyak, mengingat potensi di Indonesia, khususnya di Yogyakarta sangat besar untuk mengembangkan metode ini,” ungkapnya Smulder.

Menurutnya, dengan penerapan minapadi di wilayah Seyegan ini, pihaknya mengaku puas dan memasukkannya salah satu percontohan pengembangan pertanian khususnya di kawasan Asia Pasifik.

Organisasi di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu saat ini sedang berusaha mengembangkan motede pertanian ini di 15 negara Asia Pasifik termasuk Indonesia dan negara-negara lain seperti Malaysia, Pakistan, India, dan Nepal.

“Motede pertanian ini layak dikembangkan sebagai sistem pertanian berkelanjutan,” pungkasnya.

Lahan proyek ujicoba minapadi seluas 25 hektare itu itu terbagi di Dusun Kandangan, Desa Margodadi dan Dusun Cibuk Kidul, Desa Margoluwih. Penebaran ikan dilakukan pada Oktober 2015 lalu dengan jumlah 7,8 ton benih ikan nila dan padi varietas Sidenuk dan Ciherang 50 kilogram per hektar.

Begini Jadinya, Ketika Mina Padi Save And Grow Dilirik Petani Pasuruan

Halaman: 
Penulis : Riana