logo


Ahli Tambang ITS Pastikan Sidoarjo Tak Aman untuk Dibor

Getaran dalam proses pengeboran memiliki daya kekuatan tinggi sehingga akan berpengaruh ke pusat semburan

18 Januari 2016 10:12 WIB

Pusat semburan dan wilayah yang terkena luberan lumpur panas Lapindo, tampak dari aatas Porong Sidoarjo. (Foto: Antara)
Pusat semburan dan wilayah yang terkena luberan lumpur panas Lapindo, tampak dari aatas Porong Sidoarjo. (Foto: Antara)

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Penemu teori Bernoulli  Ir. Djaja Laksana memastikan bahwa di Kabupaten Sidoarjo tidak aman untuk dilakukan pengeboran sumur gas. Alasannya, dirinya khawatir akan terjadi dampak buruk yang dapat mempengaruhi semburan lumpur di Sidoarjo tepatnya di sumur Banjarpanji 1 Sidoarjo.

Saat ditemui dirumahnya, Senin (18/1) alumni ITS ini menanggapi rencana pihak Lapindo Brantas Inc yang akan mengebor di wilayah Tanggulangin yang jaraknya dua kilo meter dari pusat semburan lumpur Sidoarjo.

“Kalau ahli geologi mengatakan aman itu saya bantah. Saya pastikan tidak aman mengingat dalam melakukan pengeboran akan berdampak akan adanya getaran yang bisa berpengaruh pada pusat semburan lumpur,” terangnya.

Djaja Laksana lalu menjelaskan getaran-getaran dalam proses pengeboran memiliki daya kekuatan tinggi sehingga akan berpengaruh ke pusat semburan.

“Saya yakin getaran itu akan menimbulkan rekahan pada tanah
yang akan menjalar ke pusat semburan. Bisa saja tanah langsung ambles kalau ada semburan. Meski ahli bilang aliran lumpur ke barat, tapi rekahan tanah ini yang berbahaya sekali,” jelasnya.

Djaja Laksana mengatakan pihaknya berharap semua elemen mulai dari Pemerintah hingga Pemprov Jatim untuk menolak jika pihak PT Lapindo Brantas Inc untuk melakukan pengeboran. “Masyarakat Sidoarjo sudah trauma akan semburan lumpur. Khawatirnya akan muncul lagi dan akan menambah penderitaan masyarakat Sidoarjo,” tandasnya.

Wamendag Ngotot Soal Sustainable Palm Oil di Parlemen Eropa

Halaman: 
Penulis : Ari Setiawan (KR), Vicky Anggriawan