logo


Pertamina Targetkan Efisiensi Sektor Hulu Naik 30%

Menurut Pertamina, hal itu dilakukan karena saat ini harga minyak tengah dalam keadaan anjlok.

15 Januari 2016 15:13 WIB

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto. (Jitunews/Bayu Erlangga)
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto. (Jitunews/Bayu Erlangga)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Harga minyak dunia anjlok, PT Pertamina (Persero) Tbk menargetkan efisiensi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) naik sampai 30%.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengungkapkan, kondisi harga minyak dunia yang tengah menurun membuat Pertamina merasa ini waktu yang sangat tepat untuk memaksimalkan kegiatan di hulu migas. Salah satunya dengan melakukan efisiensi dengan cara pemotongan biaya-biaya yang dianggap tidak perlu.

"Dengan harga minyak yang turun sampai di bawah US$ 30 dari asumsi kita US$ 50, maka kita targetkan efisiensi di upstream sampai 30%. Jadi kita akan cutting cost," ungkap Dwi di Jakarta, Jum'at (15/1).


Pemerintah Masih Kaji Soal Penawaran Divestasi Freeport

Dirinya menjelaskan, efisiensi tersebut diantaranya dengan merenegosiasi kembali kegiatan pada jasa pengeboran, dan mengevaluasi kegiatan eksplorasi yang sudah sukses.

"Macam-macam (bentuk efisiensi), dalam bentuk renegosiasi dari drilling services, evaluasi success eksplorasi yang ada, termasuk kegiatan-kegiatannya," jelas Dwi.

Sementara itu, Dwi mengaku, Pertamina tidak akan menurunkan biaya modal (Capital Expenditure/Capex) di sektor hulu. Pasalnya, Dwi menilai, sektor hulu Pertamina masih perlu digenjot pertumbuhannya karena antara cadangan dan permintaan tidak berbanding lurus.

"Kalau di-upstream gak akan kita turunin. Karena kita tahu upstream Pertamina jauh tertinggal dari demand kita," pungkasnya.

Oleh karena itu, kondisi ini dianggap Dwi menjadi saat yang tepat untuk berinvestasi sebesar-besarnya di sektor hulu. Dengan kata lain, kegiatan produksi harus turun 30%.

"Maka investasi untuk upstream ini kesempatan kita untuk berinvestasi, tapi ya operasi harus kita targetkan turun minimun 30%," tutup Dwi.

IATMI Sarankan RUU Migas Jadi Prioritas

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Deni Muhtarudin