logo


Kurangnya Waktu Bermain Anak Merupakan Salah Satu Penyebab Bullying

Di sisi lain, orang tua juga memegang peranan penting untuk menumbuhkan karakter pada seorang anak

13 Januari 2016 17:51 WIB

Ilustrasi. (google)
Ilustrasi. (google)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perilaku penindasan secara verbal seperti pemberian name calling atau nama julukan kerap kita dengar. Namun rupanya masalah seperti ini seakan tidak terjamah, karena dianggap sesuatu yang lumrah hingga menjadi kebiasaan, terutama menimpa dikalangan remaja. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, banyak efek berkepanjangan yang timbul mulai dari masalah timbulnya krisis kepercayaan diri hingga depresi bisa dirasakan oleh para korban bullying.

Menurut Psikolog Klinis sekaligus Hypnotheraphy, Liza Marielly Djaprie, ada tiga komponen penyebab timbulnya bullying yakni in balance power, repetitif, dan direncanakan kepada pelaku bullying terhadap korbannya

"Seorang pelaku bullying tidak asal memilih targetnya, tapi pertama jika ia melihat seseorang yang menurutnya lemah dan ketika dibully pertama kali si korban diam saja, maka tindakan bullying pun akan terjadi secara terus menerus," terangnya kepada Jitunews.com saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (13/1).


Cita-cita Bocah Obesitas Asal Kawarang, Ingin Bertemu Presiden Jokowi!

Namun ia melihat, fenomena seseorang menjadi pelaku bullying di sekolah terjadi disebabkan oleh dua hal, yaitu tekanan hidup dan kurangnya waktu bermain pada anak. Menurutnya, waktu bermain sebenarnya adalah pelepasan emosi yang bisa mengajarkan seorang anak memperoleh pendidikan kecerdasaan emosional.

"Dengan bermain secara natural bersama temannya misal bergantian dalam bermain atau saat temannya jatuh dia tolongin, itukan artinya mereka bisa belajar tenggang rasa dan sekarang hal itu kurang sekali di Indonesia makanya tindakan bullying pun terjadi," ungkapnya panjang lebar.

Maka, agar tidak terjadi tindakan verbal bullying khususnya name calling terhadap seorang anak, menurut Liza orang tua memegang peranan penting untuk menumbuhkan karakter pada seorang anak.

"Ajarkan tenggang rasa, timbulkan perasaan empati pada anak dan jalin komunikasi yang intens akan membuat seorang anak memiliki tingkat kepercayaan diri yang kuathingga ketika ia mendapatkan verbal bullying seperti mendapatkan julukan yang negatif ia tidak akan terpengaruh karena mentalnya kuat," tutupnya.

Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Ini Komentar Kocak Netizen

Halaman: 
Penulis : Hartati, Agung Rahmadsyah
 
×
×