logo


Biaya Produksi Antam Naik 50% di 2015

Biaya produksi dari sebelumnya Rp 1 miliar menjadi Rp 1,5 miliar

13 Januari 2016 17:30 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Aneka Tambang/Antam (Persero) Tbk mencatat peningkatan biaya eksplorasi sepanjang 2015 lalu, yakni sekitar 50 persen dari sebelumnya Rp 1 miliar menjadi Rp 1,5 miliar.

Sekretaris Perusahaan Antam, Tri Hartono mengungkapkan, peningkatan biaya eksplorasi preliminary tersebut disebabkan perseroan berfokus pada komoditas nikel.

"Kegiatan eksplorasi nikel selama Desember 2015 dilaksanakan di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Di wilayah tersebut, kegiatan eksplorasi yang dilakukan terdiri atas percontohan, logging core, pemboran single serta preparasi," ungkap Tri dalam keterangannya melalui publikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (13/1).


Pemerintah Tunggu Aksi Gubernur Rapihkan Izin Tambang

Tri menjelaskan, produksi bijih nikel yang seluruhnya digunakan dalam produksi feronikel pada sembilan bulan pertama di tahun 2015 juga mengalami peningkatan, yakni mencapai angka 66 persen.

"Untuk penjualan masih didominasi oleh emas, yakni mencapai Rp 6,53 triliun atau 72% dari total penjualan bersih pada periode yang berakhir September 2015 dengan perolehan Rp 9,04 triliun," jelasnya.

Terkait besaran volume produksi emas Antam di periode Januari-September 2015, mengalami kenaikan yakni sebesar 1.752 kilogram (56.328 oz) dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar 1.684 kilogram (54.142 oz). "Ini dari tambang Pongkor dan Cibaliung. Selain itu juga melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian." tambah Tri.

Sedangkan penjualan emas Antam di periode yang berakhir September 2015, mengalami kenaikan secara signifikan yakni mencapai 129% menjadi 12.648 kilogram (406.643 oz) dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Krisis Cadangan Minyak Membayangi Indonesia

Halaman: 
Penulis : Oriza Arif Hatta, Deni Muhtarudin