logo


BATAN: Sikap Pemerintah Soal PLTN Bikin Peneliti Galau

Selain itu, para peneliti juga jadi tidak termotivasi dalam melakukan riset pengembangan nuklir.

12 Januari 2016 16:46 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Wisnubroto mengungkapkan, para peneliti merasakan kegalauan terhadap sikap Pemerintah yang maju mundur terkait rencana penggunaan nuklir sebagai energi untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.

Selain itu, menurut Djarot, para peneliti tersebut juga jadi tidak termotivasi dalam melakukan riset pengembangan nuklir. Maju mundurnya sikap Pemerintah ini terjadi lantaran setiap pergantian pemerintahan, keputusan menggunakan nuklir sebagai energi juga berganti.

Dalam pemerintahan kali ini pun nuklir masih belum mendapatkan tempat sebagai energi utama. Bahkan, Pemerintah menempatkan nuklir sebagai sumber energi terakhir (last resources) dan mengedepankan pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang belum banyak dieksplorasi.


Soal PLTN, BATAN: Kami Sudah Siap Sejak 40 Tahun Lalu

"Para peneliti kita juga jadi maju mundur, tidak termotivasi, ini beneran atau tidak sih," ungkap Djarot kepada wartawan saat ditemui di Komplek Istana Negara, Jakarta, Selasa (12/1).

Negara sekelas Vietnam saja menurut Djarot, bahkan sudah melakukan kontrak dengan Rusia dan Jepang guna membangun PLTN. "Bayangkan saja Vietnam yang di belakang kita sudah kontrak dengan Rusia dan Jepang. Tapi sekali lagi Batan dalam posisi technical supporting organization. Jadi ketika Pak Jokowi mengatakan ya atau tidak, itu kita ikuti saja," ujarnya.

Walaupun Batan siap mendukung pembangunan PLTN, Djarot menambahkan, pihaknya akan mengikuti apa yang menjadi kebijakan Pemerintah. "Terkait kebijakan energi abis ini mungkin Pak Sudirman Said yang akan menyampaikan, beliau menyatakan perlu dihitung secara seksama potensi sumber daya yang ada, EBT, di situlah kita bisa masuk, nuklir apakah bisa atau tidak," tutup Djarot.

Kardaya: Tak ada Kata Renegosiasi Perpanjangan KK Freeport

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin